DIN SYAMSUDDIN INGIN MENGGESER MA'RUF AMIN SEBAGAI CAPRES
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
DIN SYAMSUDDIN INGIN MENGGESER MA'RUF AMIN SEBAGAI CAPRES[FALSE CONTEXT]Berdasarkan hasil pemantauan Tim Jabar Saber Hoaks. Beredar kabar mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, ingin menggantikan Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden. Kabar itu beredar di media sosial.[CEK FAKTA]Dari hasil penelusuran Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ingin menggantikan Ma'ruf Amin sebagai wapres adalah salah. Faktanya, artikel yang beredar tersebut adalah atikel lama. Artikel itu dibuat saat Joko Widodo menjadi calon presiden untuk Pilpres 2019. Pada saat itu Jokowi belum menentukan nama yang akan mendampinginya sebagai cawapres.
Kesediaan Din untuk mendampingi Jokowi sebagai cawapres diungkapkan pada Jumat, 3 Agustus 2018, saat menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kala itu, Din memang dikabarkan masuk dalam bursa pencalonan cawapres Jokowi.[REFERENSI]
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Din Syamsudin mundur karena kecewa terhadap Presiden Jokowi yang menolak menemui ulama Uzbekistan dan Xinjiang
Din Syamsuddin membantah bahwa ia mundur karena kecewa atas sikap Presiden Jokowi yang tidak menemui ulama dari Uzbekistan dan Xinjiang. Din mengatakan, seluruh isi video tersebut tidak benar. “Apa yang dinyatakan oleh Ust.
[SALAH] Ketum PP Muhammadiyah Haedah Nashir Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019
”Itu tak benar. Hoax. Persyarikatan Muhammadiyah netral dalam Pilpres,” tegas Haedar Nasir, Jumat (28/9).
[SALAH] Konvoi Kontainer dengan Spanduk Jokowi-Ma’ruf Amin mengangkut Sembako atau Surat Suara di tol Jawa Tengah
Dari hasil penelusuran Tempo, gambar serupa telah diunggah terlebih dahulu di YouTube oleh pemilik akun NKRI HARGA MATI pada 20 Maret 2019.