[DISINFORMASI] Agama Itu Racun, Lebih Baik Pendidikan Agama di Indonesia Dihapus Saja
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah tangkapan layar dari situs operain.blogspot.com beredar di beberapa media sosial. Tangkapan layar tersebut berisi artikel berjudul “Politikus PDIP: Agama Itu Racun, Lebih Baik Pendidikan Agama di Indonesia Dihapus Saja”. Artikel tersebut menampilkan foto politikus PDIP Ribka Tjiptaning disertai artikel mengenai pernyataan Musdah Mulia yang menyatakan Singapura sudah melarang pengajaran agama, serta pernyataan Ribka Tjiptaning mengenai Kementerian Agama yang memiliki jutaan pegawai di bidang agama dan tidak ada hasilnya.
Adapun isu ini adalah isu hoaks yang diulang kembali dengan mengganti nama pihak yang mengeluarkan pernyataan kontroversial hasil fabrikasi ini. Hal ini dapat ditinjau dari kedua pernyataan ini; “Sejak PM Lee Kuan Yew ditetapkan bahwa agama urusan pribadi, bukan urusan sekolah atau negara. Keputusan itu diambil karena Lee Kuan Yew melihat pengajaran agama justru menimbulkan perpecahan dan konflik, bukan perdamaian” ungkap Musdah; serta “Bahkan, ada Kementerian Agama yang memiliki jutaan pegawai di bidang agama, puluhan ribu sekolah agama, ratusan ribu rumah ibadah, triliunan rupiah untuk pembangunan bidang agama. Namun hasilnya? Nihil?” ucap Ribka. Indonesia masuk negara terkorup di dunia, bahkan korupsi pun marak di Kementerian Agama”, jelas Ribka.
Kedua pernyataan ini sama persis dengan hoax yang pernah muncul sebelumnya. Pada hoax “Puan: Jika Negara Ingin Maju dan Berkembang, Pendidikan Agama Islam Harus Di Hapus” yang muncul terlebih dahulu, kedua pernyataan ini disebut pernah dinyatakan oleh Puan Maharani. Sedangkan pada link https://suaranasional.com/2015/07/24/edan-pdip-tegaskan-pelajaran-agama-di-se… dikatakan bahwa Musdah Mulia yang menyebutkan kedua pernyataan ini. Pernyataan ini sendiri pernah dituduhkan kepada Musdah Mulia sebelumnya. Dikutip dari Tempo, Musdah Mulia sudah membantah bahwa dirinya merupakan aktivis PDIP serta penggagas penghapus pendidikan Agama Islam di Indonesia. Musdah menyatakan bahwa hal tersebut adalah fitnah yang keji dikarenakan dirinya dibesarkan di lingkungan pesantren dan sepanjang hidupnya dirinya aktif dalam mengembangkan pendidikan agama.
Sources and references
- 1
- 2
- 3
- stophoax.id/blog/post/salah-puan-jika-negara-ingin-maju-dan-berkemban…Archived copy; the original is offline
- 4
- turnbackhoax.id/2018/12/13/salah-puan-jika-negara-ingin-maju-dan-berk…Archived copy; the original is offline
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Pendidikan Agama Akan Dihapus
Telah beredar postingan di media sosial Facebook yang menyajikan informasi berbentuk video dari salah satu media yang berisi berita mengenai rencana Menteri Kemendikbud Muhadjir Effendy untuk menghapus pelajaran agama di sekolah.
[HOAKS] Jokowi Hapus Pendidikan Islam jika Kembali Jadi Presiden
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Sebuah video yang diduga sebagai kampanye hitam terkait Pilpres 2019 beredar di sejumlah media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp sejak awal pekan ini, Senin (4/3/2019).
[Fakta atau Hoax] Benarkah Puan Maharani Menyatakan Pendidikan Agama Islam Harus Dihapus?
Rabu, 6 Maret 2019 07:46 WIB Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dikabarkan ingin menghapus mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.
[salah] puan: jika negara ingin maju dan berkembang, pendidikan agama islam harus di hapus!!
Klaim postingan bahwa Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, akan menghapus pendidikan agama tidak benar.