[DISINFORMASI] Alat Penyedot Sumbatan Untuk Pasien Jantung Koroner di RSCM
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar informasi di sosial media bagi para penderita penyakit jantung koroner dengan narasi “Mulai hari ini di RSCM mulai dipraktekkan penyedotan plug (sumbatan) di vena/saluran darah ke jantung, jd ngga pake ring atau bypass lagi. Semoga teknologi ini membawa kabar gembira… khususnya bagi mereka yg dideteksi adanya sumbatan tersebut. Jantung Koroner Tidak Selalu Harus Pasang Ring atau Operasi. Sehubungan dgn banyaknya kasus penyempitan pembuluh darah terutama di jantung yg dirasakan sebagai sesak napas atau napas terengah–engah atau cepat lelah (misalnya naik tangga), bersama ini diinformasikan bahwa penanganan penyempitan pembuluh darah tsb TIDAK SELALU hrs dilakukan dgn pemasangan ring (Stent) atau bahkan operasi by pass. Mengenai kabar tersebut pihak pelayanan jantung terpadu RSCM memberikan klarifikasi bahwa Alat seperti itu memang ada, namun untuk di Indonesia kami kurang tau dimana. pihak RSCM menjelaskan, saat pasien mengalami penyumbatan oleh trombus maka yang terbaik adalah segera dilakukan primary PCI dan tindakan tersebut alatnya bermacam-macam dengan mekanisme yang beragam, ada yang jet seperti video itu dan ada yang manual.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Mulai Hari Ini di RSCM Mulai Dipraktekkan Penyedotan Plug (Sumbatan) di Vena/Saluran Darah Ke Jantung
Sebuah broadcast pesan berpotensi viral tersebar melalui aplikasi WhatsApp. Pesan tersebut menyatakan bahwa RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) sudah mulai menggunakan alat penyedotan plug (sumbatan pada vena atau saluran darah yang mengarah ke jantung.
[SALAH] RSCM Praktekkan Penyedotan Plug (Sumbatan) Vena/Saluran Darah
Isu itu pernah beredar di tahun 2018. Pihak RSCM sudah membantah bahwa informasi tersebut tidak benar. Adapun, terapi infus Prof. dr. Yahya Kisyanto, Ph.D, dilakukan di Klinik Abdi Medika bukan RSCM.