[DISINFORMASI] Din Samsudin mundur dari utusan khusus presiden karna kebohongan-kebohongan
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Salah satu akun facebook memposting pemberitaan tentang Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Prof Dr HM Din Syamsuddin MA yang mundur sebagai utusan khusus presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban dikarenakan kebohongan-kebohongan Presiden Jokowi dan postingan itu pula memberikan statement palsu Din Syamsuddin dengan caption “kalo di 2019 ini umat islam kalah, saya tak bisa bayangkan, 2024 nanti islam masih ada atau tidak”
Faktanya Din Syamsuddin mengundurkan diri sebagai utusan khusus presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban dikarenakan alasan ingin menjaga netralitas dan merajut kebersamaan, berikut kutipan pernyataan Din Syamsuddin “Jadi kalau saya masih menjabat sebagai utusan khusus presiden yang sekarang jadi capres, itu berarti banyak yang memahaminya saya hanya ada di sini, di satu pihak, di satu kubu, dan itu akan menghalangi dan tidak memudahkan upaya saya untuk membangun kebersamaan dari masyarakat majemuk, di berbagai organisasi,” kata Din.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden Karena Adanya Kebohongan
Beredar informasi melalui sebuah unggahan di sosial media yang menyatakan Din Syamsuddin Mundur dari Utusan Khusus Presiden karena adanya kebohongan orang-orang yang berada di belakang Jokowi.
[SALAH] Alasan Din Syamsuddin Mundur Dari Utusan Khusus Presiden
Dikutip dari CNN Indonesia, Liputan6, SindoNews dan Merdeka.com, alasan Din Syamsuddin mundur dari sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban karena dalam rangka untuk menjaga netralitas di Pilpres 2019.
[SALAH] Din Syamsudin mundur karena kecewa terhadap Presiden Jokowi yang menolak menemui ulama Uzbekistan dan Xinjiang
Din Syamsuddin membantah bahwa ia mundur karena kecewa atas sikap Presiden Jokowi yang tidak menemui ulama dari Uzbekistan dan Xinjiang. Din mengatakan, seluruh isi video tersebut tidak benar. “Apa yang dinyatakan oleh Ust.