!MisleadingDisinformationIndonesian

[DISINFORMASI] “Dituduh Menistakan Agama, Walikota Risma dilaporkan ke Polisi”

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 3 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

“Kesimpulan dari Tuduhan dari suatu komunitas di surabaya terhadap Walikota Surabaya, Risma atas tuduhan penistaan agama karena membongkar Mesjid adalah DISINFORMASI.

Karena faktanya Pemkot surabaya memastikan bahwa tidak ada istilah meniadakan bangunan masjid Assakinah. Justru masjid akan dibangun lebih mewah dan megah.

Pembongkaran masjid itu memang untuk membangun gedung DPRD. Namun selama pembangunan tersebut masjid direlokasi di gedung merah putih.”

Sekelompok pemuda yang menyebut diri Komunitas Bambu Runcing melaporkan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, ke markas Polda Jatim di Surabaya, 20 November 2017.

Mereka menilai Risma melakukan penistaan agama sesuai ketentuan pasal 156 a KUHP. Alasannya, Risma membongkar masjid Assakinah di kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Selain Risma, pihak lain yang dilaporkan adalah Ketua DPRD dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota.

Saat melapor ke Polda Jatim, Wawan dari Komunitas Bambu Runcing didampingi lima pengacara, Okky FS, Ida Bagus Adis Harymbawa, Heroe Maksono, Mudji Utomo dan Abdus Salim yang tergabung dalam OS&Partners.

Sementara, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, menuturkan, pihaknya masih mempelajari laporan itu.

“Laporan baru saja diterima dan itu perlu croscek,” ungkapnya.

Perlu dicatat, masjid itu dibongkar karena akan dibangun masjid baru yang menyatu dengan gedung baru DPRD berlantai delapan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam rapat bersama anggota Komisi C DPRD pada Selasa (14/11/2017) menyatakan, pembongkaran tetap akan dilanjutkan.

“Pembangunan masjid akan mulai kita bangun besok. Kemarin sempat terhenti karena ada protes dan spanduk-spanduk yang dipasang oleh organisasi masyarakat,” kata Eri.

Ia menyebutkan, masjid ini menjadi kesatuan dengan gedung DPRD. Namun untuk pembangunan masjid ini akan didahulukan dan menjadi prioritas.

Ia memastikan bahwa Pemkot tidak meniadakan bangunan masjid Assakinah. Justru masjid akan dibangun lebih mewah dan megah.

Dengan luasan 13 meter kali 29 meter. Luasan masjid ini akan lebih luas dibandingkan dengan luas sebelumnya yaitu 13 meter kali 13 meter.

“Masjid yang baru ini tetap satu lantai tapi tingginya lima meter. Bisa menampung sebanyak 400 jamaah. Jika dulu jamaahnya hanya mampu menampung 150 jamaah saja,” katanya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak berprasangka buruk. Pembongkaran masjid itu memang untuk membangun gedung DPRD.

Namun selama pembangunan tersebut masjid direlokasi di gedung merah putih.

“Masjidnya tetap ada di lantai paling bawah. Tidak ekslusif. Namun lahannya memang ada di gedung DPRD,” kata Eri.

Dalam forum tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri, mengatakan lantaran pembangunan gedung DPRD Kota Surabaya, pihaknya ingin organisasi masyarakat yang memasang spanduk di masjid Assakinah yang lama untuk segera dicopot.

“Kami juga meminta agar tidak dibahas terus. Pembongkaran masjid ini bukan untuk ditiadakan. Justru dibangun lebih luas. Bergaya Timur Tengah, dan bisa menampung dua kali lipat,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya menyarankan untuk penambahan desain masjid Assakinah. Dewan ingin agar ada penambahan menara di bagian depan masjid.

“Dalam desainnya hanya ada satu menara di bagian depan. Saya minta agar dibuatkan dua menara di depannya,” kata pria yang akrab disapa Ipuk ini.

Selain itu anggota Komisi C Riswanto menyebutkan agar ada penambahan untuk selasar di depan yang lebih luas di depan masjid Assakinah.

“Agar dari depan Balai Pemuda sudah bisa melihat kalau ada masjid di dasar gedung,” katanya.

Kesimpulan dari Tuduhan dari suatu komunitas di surabaya terhadap Walikota Surabaya, Risma atas tuduhan penistaan agama karena membongkar Mesjid adalah DISINFORMASI.

Karena faktanya Pemkot surabaya memastikan bahwa tidak ada istilah meniadakan bangunan masjid Assakinah. Justru masjid akan dibangun lebih mewah dan megah.

Pembongkaran masjid itu memang untuk membangun gedung DPRD. Namun selama pembangunan tersebut masjid direlokasi di gedung merah putih.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Risma Sujud ke IDI Karena Warga Surabaya Tidak Diterima Di RSUD Dr Soetomo

Hasil Periksa Fakta Aisyah Adilah (Anggota Komisariat MAFINDO IISIP Jakarta). Bukan karena tidak diterima di RSUD Dr Soetomo. Dirut RSUD dr Soetomo membantah pihaknya menolak merawat warga Surbaya yang terinfeksi COVID-19.

Satgas COVID-19 Hoax BusterJul 10, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Risma Walikota Surabaya Marah Besar dengan KPU dan Bawaslu

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya M Fikser memberikan pernyataan tegas bahwa sosok perempuan itu bukanlah Wali Kota Surabaya. Wanita dalam video tersebut sebenarnya adalah peserta aksi yang tergabung dalam aksi Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) di depan…

TurnBackHoax (MAFINDO)May 2, 2019
!Misleading
Indonesian

[DISINFORMASI] “Felix Siauw : Umat Muslim Yang mengucapkan Kata selamat natal Wajib Dipenjarakan Karena Menistakan Agama Islam”

“Status Facebook dan video di Youtube yang digunakan sebagai sumber tidak ada menyebutkan mengenai “Felix Siauw : Umat Muslim Yang mengucapkan Kata selamat natal Wajib Dipenjarakan Karena Menistakan Agama Islam” seperti yang dituliskan di judul.”

TurnBackHoax (MAFINDO)Dec 20, 2017
✕Hoax
Indonesian

(FITNAH) Jokowi dituduh memasukkan ribuan tenaga kerja asing ke Indonesia via sebuah proyek PLTU

proyek PLTU tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2003, dan ditahun tersebut Jokowi

TurnBackHoax (MAFINDO)Sep 8, 2015