[DISINFORMASI] Katanya Polisi Harus Netral Nyatanya?? Kok Bebas Acungkan 1 Jari??
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar foto dimedia sosial terkait dengan foto – foto anggota Polres Lamongan dengan pose mengacungkan 1 jari yang dikaitkan dengan pemilihan presiden April 2019. Dengan narasi yang beredar adalah “Katanya polisi harus netral nyatanya?? Kok bebas acungkan 1 jari? Sementara pegawai honorer dipecat gara – gara acungkan salam 2 jari, kok polisinya tidak dipecat juga?”
Faktanya foto yang diunggah adalah foto anggota polres Lamongan dengan kepala BNPT Komjen Suhardi Alius pada hari jumat tanggal 17 Maret 2017 di Yayasan Lingkar Perdamaian desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kab Lamongan dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan situasi politik saat ini. Sementara itu terkait dengan guru honorer yang dipecat karena tidak sesuai aturan yang berlaku dimana salah satunya tidak boleh berkampanye di lembaga pendidikan, termasuk sekolah
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] “Kok bebas acungkan 1 jari?”
Foto anggota Polres Lamongan dan Kepala BNPT yang disebarkan adalah peristiwa di 2017, tidak ada hubungannya dengan dukungan ke salah satu paslon seperti premis pelintiran yang dibangun oleh SUMBER. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
[SALAH] KATANYA POLISI HARUS NETRAL nyatanya?? Kok bebas acungkan 1 jari??
Foto yang diunggah oleh sumber klaim tersebut adalah foto-foto anggota Polres Lamongan dan Kepala BNPT, Komjen Suhardi Alius pada 17 Maret 2017. Sementara penentuan no urut peserta Pilpres 2019 baru resmi pada bulan September 2018.