[DISINFORMASI] “Koran Inggris”
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah akun Facebook menyebarkan gambar suatu headline dari koran dengan berbahasa Inggris. Koran bernama The Independent Observer tersebut menjadi ramai dan diperbincangkan oleh publik oleh karena headlinenya yang memuat judul mencengangkan. Dengan judul “State-Owned Enterprises Borrowing To Fail” disertai dengan ilustrasi Jokowi, koran ini menjadi ramai untuk diperdebatkan. Tampilan headline tersebut diberikan caption bahwa koran ini merupakan koran yang berasal dari Inggris.
Adapun koran The Independent Observer merupakan koran berbahasa Inggris. Namun koran ini bukanlah koran yang berasal dari Inggris seperti yang dinarasikan di media sosial Facebook. Koran ini dikelola oleh PT. Media Pandu Bangsa yang beralamat di Cibinong, Bogor menurut ijin ISSN nya. Namun koran ini sendiri belumlah terverifikasi oleh Dewan Pers berdasarkan data perusahaan pers yang berada di situs dewanpers.or.id. Koran mingguan ini memang sempat beberapa kali memuat judul headline yang mencengangkan dan menjadi bahan saling serang antar kedua kubu, terutama bagi kubu oposisi terhadap kubu petahana. Namun sejauh penelusuran, tidak ada ataupun belum terbukti adanya keterkaitan antara koran ini dengan kubu oposisi.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] “KORAN INGGRIS”
Disinformasi daur ulang, “Independent Observer” memang berbahasa Inggris tetapi BUKAN “Koran Inggris”. Pengelolanya adalah PT. Media Pandu Bangsa yang mendaftarkan ijin ISSN dengan alamat kontak di Cibinong (Bogor), selengkapnya di bagian PENJELASAN dan…
[DISINFORMASI] Koran dari China yang Memuat Foto Anak di China yang Ber-KTP Bandung
Foto surat kabar yang diunggah akun Suherman bukanlah koran China, melainkan koran berbahasa Korea. Dalam koran itu disebutkan adanya pembagian kartu identitas anak di Bandung. Bukan anak-anak di China yang mendapat KTP Bandung.
[DISINFORMASI] “Ternyata Media Jepang jauh lebih fair ketimbang Media Nasional”
Asahi, media yang dikutip, sudah melakukan koreksi publikasinya dari “jutaan” menjadi “banyak”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.