(DISINFORMASI): Pembelian Lahan Sumber Waras Dibayar Secara Tunai
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Polemik pembelian Rumah Sakit Sumber Waras seluas 3,6 hektare di Grogol, Jakarta Barat, terus bergulir. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat mengatakan ada kejanggalan dalam transaksi pembelian sebagian lahan RS Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Banyak kabar yang beredar di Media Sosial bahwa pembelian lahan Rumah Sakit tersebut dilakuan dengan Uang Tunai atau Cash pada malam Tahun baru.
Salah Satu Postingan di Facebook
Ketua BPK Harry Azhar Aziz dalam wawancaranya di sebuah stasiun televisi nasional menyatakan bahwa pembayaran ke Yayasan Sumber Waras sebesar Rp 755,69 miliar dilakukan secara tunai pada malam tahun baru 2015. Harry mempertanyakan transaksi pembayaran pada malam tahun baru itu dengan sengit. “Mau tahun baru tiba-tiba ada pembayaran tunai, ada apa ini?” kata Harry, Kamis, 14 April 2016.
Pernyataan Ketua BPK itu memantik polemik, bagaimana mungkin dana sebesar Rp 750 miliar dibayar secara tunai? Berapa waktu untuk menyiapkan dana sebesar itu jika harus diberikan secara tunai.
Kepala Bidang Pembinaan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Lusiana Herawati mengatakan pembelian lahan tersebut bukan secara tunai seperti tuduhan Badan Pemeriksa Keuangan. “Cek, lalu transfer,” ujarnya kemarin.
Dalam istilah perbankan, Lusi melanjutkan, proses tersebut dinamakan pemindahbukuan atau overbooking dari rekening Dinas Kesehatan ke Yayasan Kesehatan Sumber Waras di Bank DKI sebesar Rp 755 miliar. “Jadi antar-Bank DKI,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank DKI Zulfarshah.
Karena sesama rekening, ujar Zulfarshah, waktu transaksinya pun tak terikat waktu operasional bank. Jika antarbank, kata dia, baru tidak bisa ditransfer karena harus kliring lebih dulu pada jam operasional. Ia mengatakan pembayaran lahan yang akan dijadikan rumah sakit kanker dan jantung itu dilakukan pada 31 Desember 2014 pukul 19.00.
Selain itu, Zulfarshah mengatakan, Yayasan Kesehatan Sumber Waras merupakan nasabah lama Bank DKI. Lembaga tersebut, kata dia, membuka rekening di bank milik pemerintah Jakarta ini sejak 2011. “Bukan karena Sumber Waras dijual lalu buka rekening,” tutur Zulfarshah.
Menurut salinan dokumen yang diperoleh Tempo, pembayaran lahan RS Sumber Waras dilakukan menggunakan cek dan transfer antar-rekening di Bank DKI. Dana disetor Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui cek Nomor CK 493387 tertanggal 30 Desember 2014 ke rekening RS Sumber Waras di bank yang sama pada 31 Desember 2014 sebesar Rp 717.905.072.500. Bersama itu pula, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mentransfer pembayaran pajak dengan cek Nomor CK 493388 sebesar Rp 37.784.477.500.
Ihwal pembayaran pada akhir tahun, Lusiana mengatakan, “Tahun anggaran berakhir pada 31 Desember pukul 23.59.”
Where it circulated
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] “Ini RS CANCER SUMBER WARAS…”
=SUMBER= (1) Post dari salah satu anggota FAFHH, sempat beberapa kali disunting tetapi lalu hilang karena salah hapus. (2) https://goo.gl/jLBWNd, sudah dibagikan 3.334 kali ketika tangkapan layar dibuat.
(DISINFORMASI) Bentrokan Warga dan PT Sindoka
Foto yang diklaim sebagai bentrokan PT Sadoka bentrok dengan masyarakat setempat, di suatu daerah di Sulawesi Selatan (tidak disebutkan nama daerahnya). Bentrokan itu diklaim, seolah-olah terjadi pada bulan Februari 2016.
[DISINFORMASI] Surat Undangan Pemancangan Tiang Pertama Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Berbahasa Mandarin
Beredarnya gambar surat undangan pemancangan tiang pertama ( groundbreaking ) Proyek Kereta Cepat (High Speed Railway/HSR) Kerjasama Indonesia-China serta Pengembangan Sentra Ekonomi Koridor Jakarta – Bandung di Perkebunan Mandalawangi Maswati, Cikalong…