!MisleadingDisinformationIndonesian

[DISINFORMASI] Wanita Sholat di Bandara, Sepatu Ditukar dengan Alas Kaki Berisi Narkoba

Fact-check by KominfoPublished 1 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp menghimbau masyarakat terutama penumpang di bandara untuk berhati-hati. Adanya modus penyelundupan baru pada pesan berantai ini adalah dengan memanfaatkan penumpang lain di bandara membuat keresahan di masyarakat. Cara penyelundupannya adalah dengan mengambil sandal atau sepatu penumpang lain yang sedang sholat di bandara untuk ditukar dengan sandal atau sepatu yang sudah berisi narkoba. Penumpang akan bingung karena kehilangan sandal dan karena terpaksa akan memakai sandal yang tersisa, dengan berisi narkoba. Kemungkinan besar, penumpang tersebut akan ditangkap di bagian pemeriksaan bandara karena kedapatan membawa narkoba. Namun apabila lolos, sendal tersebut akan kembali ditukar oleh sang pelaku. Pesan tersebut disertai dengan video penangkapan dari wanita yang kedapatan membawa narkoba.

Berdasarkan konfirmasi kepada Kepala Bagian Humas BNN Kombes Sulistiyandriatmoko seperti dikutip dari Kumparan.com, dinyatakan bahwa video tersebut merupakan pengungkapan penyelundupan narkoba di Bandara Jambi pada pertengahan Juli 2017 lalu. Pelaku sendiri sudah diamankan oleh petugas. “Modus operandi menyimpan narkotika di dalam sol sepatu wanita itu diungkap oleh BNN beberapa minggu yang lalu,” kata Sulis. Adapun pesan berantai yang menarasikan video tersebut sebagai penyelundupan sabu dengan modus mencuri sandal penumpang saat salat adalah hoaks. Perempuan pada video tersebut memang merupakan kurir narkoba dan bukan penumpang yang kehilangan sandal saat sholat di musala bandara.

Sources and references

Original source: kominfo.go.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message