[EDUKASI] “Metodologi Perang Informasi”
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
“Memerangi HOAX konteksnya bukan pro Jokowi atau anti Jokowi, tapi pro Pemerintah yang syah dan konstitusional. Siapapun yang sedang berkuasa, suka atau tidak suka dia adalah pemimpin kita yang legal dan harus kita jaga martabatnya.
Pemerintah yang berkuasa tidak lepas dari kekeliruan dalam menjalankan roda kekuasaannya, maka dibenarkan kita memberikan kritik tapi dalam upaya untuk mengingatkan dan meluruskannya dengan cara-cara yang konstitusional dan benar. Memberikan kritik tapi dalam konteks mendelegitimasi kekuasaannya, menurunkan kredibilitas atau merendahkan martabatnya justru akan merugikan kita sebagai bangsa, karena yang akan terjadi adalah chaos ….
Dalam konteks ini, Hoax adalah salah satu jalan paling mudah untuk melakukan kritik sejenis ini.
Setiap rezim pemeritahan selalu dibayangi dengan HOAX, kisah G30S PKI tak lepas dari berbagai HOAX pada zaman itu, begitu juga di era2 presiden berikutnya, selalu ada hoax yang mengarah pada pemerintah yang berkuasa, masalahnya saat itu, HOAX tidak menjadi masif karena era medsos belum muncul. Lain dengan saat ini, setiap info HOAX akan beredar secara cepat dan masif. Maka tanpa kesadaran bersama untuk menjaga NKRI dari ancaman HOAX negeri ini pun saatnya nanti akan mengalami chaos….
Menilik pada Metodologi perang informasi untuk menghancurkan sebuah bangsa dan negara, maka yang dilakukan adalah:
1. Sebarkan bibit kebencian secara intensif dgn berbagai cara 2-3 thn sebelumnya utk memecah belah masyarakat.
2. Potong2 informasi, putar balik fakta, dan sebarkan fitnah utk delegitimasi pemerintah yg sah, delegitimasi organisasi2 & tokoh2 masyarakat yg dukung penerintah.
3. Cara perang informasi paling efektif dgn memainkan perasaan masyarakat dengan issue SARA shg logika tidak lagi berfungsi, serta terus menerus banjiri medsos dgn informasi negatif tapi terkesan positif sehingga orang tdk punya waktu untuk mencari kebenaran.
Jika dilihat dari no.1, Indonesia sdh “matang” untuk “dituai”. Tinggal butuh pemicu kecil agar Indonesia hancur lebur.
Kedamaian Indonesia ada ditangan SETIAP kita, bangsa Indonesia yg #BhinnekaTunggalIka.
#KLiKSBSSN
#ThinkBeforeClick
#CrimeLeavesTrace”
Where it circulated
(1) http://bit.ly/2LsYQcX, post oleh akun “Yusuf Yudi Prayudi” (facebook.com/yusuf.y.prayudi).
——
(2) Permintaan post oleh salah satu anggota FAFHH.
https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/692831387716066/
Sources and references
- 1
linkedin.com: “Yudi Prayudi
- 2
2nd degree connection
- 3
Kepala di Pusat Studi Forensika Digital – PUSFID
- 4
Yogyakarta Area, Yogyakarta, Indonesia
- 5
Center For Digital Forensics Studies – CDFS
- 6
Universitas Gadjah Mada (UGM)
- 7
See contact info
- 8
500+ connections
- 9
I am a lecture, researcher and practitioner in the field of digital forensics. As a lecture, I teach several subjects and manage Master Program of Digital Forensics in FTI UII Yogyakarta, as a researcher, I conducted various research in the field of digital forensics with funds internally or externally with a yield of about 40 early papers international and national journals, while as a practitioner I also help consultation and handling cybercrime cases either by law enforcement or other agencies.”, selengkapnya di
- 10
- 11
——
- 12
researchgate.net: “Yudi Prayudi
- 13
Universitas Islam Indonesia | UII · Department of Informatics
- 14
45
- 15
About
- 16
99 Research items
- 17
39,975 Reads
- 18
116 Citations”, selengkapnya di
- 19
- 20
CATATAN
- 21
Di post sebelumnya yang pro pemerintah protes karena hasil cek fakta menguntungkan pihak yang didukung oposisi, jadi dimaklumi saja kalau di post ini muncul komentar-komentar dari pihak yang seberangnya karena post ini menguntungkan pemerintah, atau yang pro pemerintah komentar lagi karena di post yang sebelumnya MASIH KURANG. Who knows. TOLONG DIINGAT, patuhi aturan FAFHH atau ujung-ujungnya post ini kena kunci.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar message