Facebook Hapus Postingan yang Menyebarkan Misinformasi
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Facebook telah mengumumkan bahwa mereka akan menangani bentuk paling dasar dari berita palsu yang beredar sekitar waktu pemilihan midterm di AS. Informasi salah yang pemilih dan apa pun informasi yang mungkin menjauhkan pengguna dari bilik suara pada musim gugur ini akan dihapus oleh Facebook.
Secara khusus, Facebook mengungkapkan akan menghapus posting yang mendorong voter suppression, yaitu apa pun yang dapat menghalangi atau mencegah orang dari pemungutan suara. Jadi posting yang menyiratkan bahwa orang lain tidak boleh memilih atau mencoba memberi mereka informasi yang salah tentang proses pemungutan suara di wilayah mereka, akan termasuk ke dalam kategori tersebut dan dihapus oleh Facebook.
Menurut Jessica Leinwand, manajer kebijakan publik Facebook, kesalahan informasi dasar tentang bilik suara, tanggal pemberian suara, dan sejenisnya sudah melanggar aturan Facebook. Facebook telah memperluas aturan untuk mencakup lebih banyak bentuk kesalahan informasi yang membahayakan. Facebook juga telah memperkenalkan opsi pelaporan baru sehingga pengguna dapat terlibat dalam pembersihan berita palsu di Facebook.
Facebook sedang melancarkan perang berkelanjutan melawan kesalahan informasi politik yang mungkin sebagian sebagai tindakan penebusan dosa atas perannya dalam penyebaran yang sama dalam pemilu 2016.
Opsi pelaporan baru ini agaknya bagian dari upaya untuk mendapatkan bantuan lebih banyak dalam menghalangi kemungkinan campur tangan dalam pemilihan. Tentunya ini bukan solusi sempurna, tetapi pengguna mengetahui ada opsi tertentu yang dapat dipilih jika menemukan salah satu dari bentuk berita palsu.
Where it circulated
The Nextweb
Sumber Foto: The Nextweb
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Kumham Hapus Sanksi Pidana setelah Anak Buah Megawati Tolak Vaksin
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta). Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, hal tersebut sudah dibantah oleh Menteri Hukum dan HAM dan sanksi yang diberikan berupa sanksi administratif bukan sanksi pidana.
[SALAH] Foto Pdt.DR.Ir.Niko Njotorahardjo Mendukung Paslon Prabowo-Sandi
“ Beredar postingan di media sosial yang menyatakan bahwa Pdt.DR.Ir.Niko.Njotorahardjo, mendukung Paslon nomor 02, Prabowo-Sandi. Namun, melalui halaman Facebook resmi dari Pdt.DR.Ir.Niko.Njotorahardjo melakukan klarifikasi terhadap berita tersebut dan…
[SALAH] Media Sosial dan Aplikasi Pesan Dipantau Dimasa Tenang Pemilu 2019
Unggahan akun Facebook I’izt T Lezta atau @iizt.adja yang inti pesannya mengatakan bahwa dilakukan pemantauan terhadapa media sosial dan aplikasi pesan selama masa tenang atau minggu tenang di Pemilu 2019 adalah tidak benar adanya.