[Fakta atau Hoaks] Benarkah Indonesia mengalami deindustrialisasi seperti dinyatakan Calon Presiden Prabowo Subianto?
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan ekonomi Indonesia berada dalam deindustrialisasi, tidak memproduksi apa-apa, hanya menerima bahan produksi dari negara lain. Pernyataan ini disampaikan pada debat presiden kelima, 13 April 2019.
Deindustrialisasi adalah proses kebalikan dari industrialisasi yaitu penurunan kontribusi sektor manufaktur alias industri pengolahan nonmigas terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pada 22 November 2018, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini Indonesia tengah mengalami deindustrialisasi prematur.
Ini terjadi lantaran porsi manufaktur di dalam Produk Domestik Bruto (PDB) kian mengempis sebelum benar-benar mencapai puncaknya.
Bambang mengatakan Indonesia pernah disebut sebagai negara industri karena porsi manufaktur dalam PDB mencapai 30 persen. Namun, kontribusi industri tersebut kini kian menyusut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal III 2018 bahkan menunjukkan porsi industri manufaktur tercatat sebesar 19,66 persen terhadap PDB. Pertumbuhan industri manufaktur hanya 4,33 persen, atau lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi 5,17 persen.
“Indonesia belum berhasil reindustrialisasi, tapi yang terjadi adalah deindustrialisasi prematur. Dulu sempat kontribusi industri mencapai 30 persen terhadap PDB, tapi kini tercatat 20 persen saja meski memang porsinya masih paling besar,” kata Bambang, Kamis (22/11/2019).
Kesimpulan:
Sebagian benar.
Berdasarkan semua sumber yang secara publik bisa diakses, sebagian pernyataan itu benar.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →Prabowo: Terjadi Deindustrialisasi, Bangsa Kita Tidak Memproduksi Apa-Apa
Fathya Nirmala Hanoum, Peneliti CORE Indonesia mengatakan pertumbuhan industri di Indonesia memang melambat pascakrisis 1998. Sementara itu, seperti dikutip dari beritagar.id, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, dalam CNBC…
Benarkah Kemiskinan dan Ketimpangan di Indonesia Meningkat?
Berdasarkan cek fakta yang dilakukan terkait klaim tersebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Rasio Gini adalah sebesar 0,384 pada September 2018.
Benarkah selama puluhan tahun banyak perusahaan besar meninggalkan limbah dan tidak membayar pajak?
Menurut Peneliti yayasan lingkungan hidup Auriga, Iqbal Damanik, tingkat kepatuhan Wajib Pajak (WP) Badan di sektor perkebunan sawit masih rendah.
Lahan Hutan Prabowo Ratusan Ribu Hektare
Prabowo di akhir debat mengakui soal kepemilikan lahan ini. Namun ia memastikan lahan tersebut berupa Hak Guna Usaha alias HGU, yang sewaktu-waktu bisa dikembalikannya ke negara. Berapa banyak luasnya ia tidak sebutkan.