Health Feedback: Banyak Artikel Kesehatan Palsu di Facebook
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Pertempuran Facebook dengan berita-berita palsu tidak hanya sebatas dunia politik. Menurut situs pemeriksa fakta Health Feedback, tujuh dari 10 artikel kesehatan paling banyak dibagikan di Facebook pada tahun 2018 berisi informasi yang salah atau menyesatkan. Sebanyak 100 artikel teratas bernasib sedikit lebih baik, tetapi artikel dengan informasi yang salah dibagikan 12,3 juta kali. Artikel dengan yang bersumber baik dan akurat dibagikan lebih sedikit, yaitu 11 juta kali.
Penelitian Health Feedback melihat artikel-artikel yang berhubungan dengan kesehatan dari sejumlah publikasi terkenal, serta situs-situs tidak dikenal yang berhasil menyebarkan berita dengan tajuk berita yang menarik perhatian dan informasi yang menyesatkan. Topik yang paling umum dari artikel yang paling banyak dibagi adalah penyakit dan pengobatan penyakit, makanan dan nutrisi dan vaksinasi. Anehnya, sebagian besar artikel terkait vaksin tersebut akurat meskipun Health Feedback menyebutkan, kebanyakan artikel itu membahas tentang naiknya jumlah penderita penyakit yang seharusnya bisa dihindari dengan vaksin karena adanya gerakan anti-vaksin.
Ada secercah harapan dalam penelitian tersebut, yaitu secara keseluruhan, sebenarnya ada lebih banyak artikel di 100 teratas dengan informasi yang valid daripada tidak, dengan 45 persen menerima peringkat keandalan tinggi atau sangat tinggi dibandingkan dengan hanya 35 persen dengan tingkat keandalan rendah atau sangat rendah. Facebook telah meluncurkan beberapa inisiatif dengan tujuan untuk menghilangkan berita palsu, meskipun sebagian besar berfokus pada politik. Mungkin sudah waktunya bagi jaringan sosial tersebut untuk mengalihkan perhatiannya ke berita kesehatan karena kisah-kisah tersebut tidak hanya melukai wacana politik, tetapi juga dapat melukai orang.
Where it circulated
Fast Company via Engadget
Sumber Foto: Liputan6
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Menghirup Uap Panas Teh Herbal Dapat Mencegah dan Menyembuhkan COVID-19
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga). Informasi salah. Tidak ada bukti penelitian yang menunjukkan menghirup uap panas teh herbal atau uap panas selainnya, dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19.
[SALAH] Menteri Kesehatan Thailand Menangis Saat Disuntik Vaksin Covid-19
Bukan Menteri Kesehatan Thaliand, Anutin Charnvirakul. Video tersebut telah beredar sejak 2018 lalu yang dipublikasi oleh Kanal youtube South China Morning Post dengan judul “Chinese man scared of his first ever injection".
[SALAH] Beberapa Dampak Negatif dari Menggunakan Masker
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia). Klaim yang salah. Faktanya, WHO dan para ahli menyatakan tidak ada dampak negatif dari menggunakan masker seperti yang diklaim itu.