[HOAKS] 600 Anak Terkena Difteri di Jakarta
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah informasi mengatasnamakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta menyebutkan bahwa di DKI Jakarta ada 600 anak yang terkena penyakit difteri, bahkan 38 anak dinyatakan meninggal. Menanggapi kondisi ini, dalam pesan itu disebutkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengadakan imunisasi massal sampai 11 Desember untuk usia anak 1-19 tahun. Pesan itu juga menuliskan bahwa penyakit difteri ini disebabkan adanya kontaminasi dari kencing tikus yang terkandung dalam cabai bubuk.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Widyastuti menegaskan bahwa pesan tersebut tidak benar. Informasi penyakit difteri itu tidak berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, Widy mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Dia pun memberikan penjelasan bahwa Difteri merupakan penyakit yang bisa ditularkan oleh orang yang mengidap difteri. Penularannya melalui percikan ludah saat bersin atau batuk dan benda-benda pribadi yang terkontaminasi.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Pesan soal 600 Anak Terkena Difteri di Jakarta
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com — Sekitar sepekan lalu beredar pesan di media sosial mengenai adanya 600 anak yang terkena penyakit difteri dan telah memenuhi salah satu rumah sakit di Jakarta.
[salah] penularan difteri dari bumbu cabai kering yang terkena air seni tikus
Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium dan bukan berasal dari air seni tikus. Adapun, penyakit dari air seni tikus disebut leptospirosis. Dengan demikian, klaim pada narasi tidak benar.
[HOAX] Foto personil ACT (Aksi Cepat Tanggap) meninggal
Foto tersebut adalah satu dari puluhan jepretan fotografer yang tersebar di media daring. Sejatinya foto itu diambil saat sejumlah relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jakarta Raya turun ke jalan di momen Car…