[HOAKS] Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginformasikan sedang ada wabah Pengerasan Otak
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah beredar pesan berantai pada Platform Whatsapp yang memberikan informasi bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan list minuman kemasan yang dapat menyebabkan pengerasan otak (kanker otak), Diabetes, dan Pengerasan sumsum tulang belakang.
Namun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyangkal informasi tersebut, pihak mereka tidak pernah mengeluarkan informasi mengenai deretan minuman kemasan yang dapat menyebabkan banyak penyakit tersebut. Dilansir dari health.detik.com, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan secara lisan maupun via sms tentang bahaya pemanis Aspartam. Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menegaskan aspartam aman.”Setiap pernyataan yang dikeluarkan secara resmi oleh organisasi selalu dikeluarkan secara tertulis dengan menggunakan kop resmi organisasi dan ditanda tangani oleh Ketum dan Sekretaris Jenderal,”.
Berdasarkan pernyataan diatas maka dapat dipastikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAX] HIV Dalam Makanan Kaleng dan Wabah Pengerasan Otak & Sumsum Tulang Belakang
Hoax lama yang disebarkan ulang, (1) “dr Roy mengatakan bahwa BPOM tidak pernah menemukan hal-hal seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut, termasuk kandungan darah dan virus HIV.
[SALAH] "Tulisan ini dari kawan-kawan komunitas IDI (Ikatan Dokter Indonesia)"
BUKAN tulisan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI Dr. Adib Khumaidi, SpOT menyebut postingan dan pesan berantai yang beredar tidak benar.
[SALAH] Pesan Berantai "SANDIWARA CORONA" dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Pesan berantai tersebut bukan dari IDI. Melansir dari Liputan6, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI menegaskan bahwa IDI tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang dimuat dalam pesan…