[HOAKS] Jangan Pesan Makanan Lewat Go Food karena Anggota ISIS Itu Sekarang Jadi Gojek
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah beredar pesan berantai di whatsapp tentang larangan untuk memesan makanan di gofood karena anggota isis sekarang menjadi tukang gojek,lalu makanan yang dipesan akan diracunin dan teranyata isis bukan hanya bom bunuh diri saja tapi juga menjadi gojek untuk meracunin makanan pemesan dan sudah ada korbannya dibawa ke RS lalu meninggal. Vice President Corporate Communications Go-Jek Michael Say mengatakan,pihaknya telah melaporkan informasi yang beredar terkait isu tersebut. “Yang jelas informasi tersebut hoaks” dan telah kami laporkan k Diskrimsus Polda Metro Jaya
Michael meminta warga tidak menyebarkan info tersebut,karena beredarnya isu tersebut sangat merugikan mitra pengemudi Go-Jek.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Mayat Wanita di Underpass Cawang Korban Perkosaan Transportasi Online
Debunk ini berisi penjelasan terkait informasi adanya sesosok mayat wanita di underpass Cawang yang merupakan korban pemerkosaan transportasi online. Setelah ditelusuri kejadian sebenarnya berada di underpass Ngurah Rai Bali.
[KLARIFIKASI] MITRA OJEK ONLINE DISERANG HOAKS RACUNI PESANAN MAKANAN KONSUMEN
Melansir dari tribunnews.com, diketahui jika informasi tersebut tidak benar alias HOAKS. Klarifikasi tersebut ditegaskan langsung oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto yang menyebut bahwa informasi di pesan berantai itu adalah HOAKS.
[SALAH] Suspect Corona Yang Melarikan Diri Dari RS Persahabatan Merupakan Driver Ojek Online
Beredar di media sosial dan pesan berantai di aplikasi WhatsApp foto seorang driver ojek online yang diklaim merupakan suspect corona yang kabur dari RS Persahabatan Jakarta beberapa waktu lalu.
[SALAH] Terjemahan Pidato Netanyahu di Hadapan Knesset Israel Terkait Persekutuan Yahudi dan ISIS
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia) Klaim tersebut salah. Media Independen Arab, Jordania Media Credibility Monitor menjelaskan bahwa terjemahan yang terlampir dalam video tersebut tidak sesuai dan merupakan hasil…