[HOAKS] Partai PDIP Presiden Joko Widodo Membagi Pulsa
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar kembali isu pembagian pulsa dari partai pengusung Capres Cawapres pada pemilu 2019, dengan narasi “Partai PDIP President Joko Widodo membagi PULSA kepada Tim sukses karena lg syukuran hari kemenangan nya yg mencalonkan diri sebagai CAPRES 2019 RI bekerjasama dgn semua operator”. Pesan berantai ini serupa dengan isu hoaks yang ditujukan pada Partai Gerindra yang membagikan pulsa, namun perbedaannya pada nama partai dan nominal pulsa.
Faktanya berdasarkan penelusuran Pesan berantai ini merupakan suntingan dari isu hoaks partai gerindra membagikan pulsa pada Agustus 2017 lalu, namun diunggah kembali dengan narasi yang berbeda.
Sources and references
- 1
- stophoax.id/blog/post/hoaks-partai-gerindra-bagi-bagi-pulsa-gratisArchived copy; the original is offline
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[Cek Fakta] Video Jokowi Bagi-Bagi Sembako Ini Tak Terkait Pilpres 2019
Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba mencari tahu kebenaran isi video tersebut. Namun rupanya, video tersebut merupakan video lama pada 2016 lalu, jauh sebelum Pilpres 2019. Hal itu diketahui melalui unggahan Youtube Tribunnews.com pada 28 Juni 2016.
[HASUT+FITNAH] “Tolak Marsekal Hadi Tjahjanto Menjadi Panglima TNI, karena TNI Bukan Milik PDIP”
“Setelah dilakukan pencarian melalui mesin pencari, tak ditemukan informasi valid dan kredibel yang menyatakan Marsekal Hadi Tjahjanto pernah menjadi Ajudan dari mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.”
[HOAKS] "Partai Gerindra Bagi-Bagi Pulsa Gratis"
Telah beredar pesan berantai di Whatsapp yang berisikan “‘Partai Gerindra membagi-bagi PULSA karena lagi syukuran hari KEBERANIAN untuk mencalonkan diri sebagai CAPRES RI 2019.
[SALAH] “Ketum PDIP Nyatakan Jokowi Harus Berhenti Jadi Presiden”
Meme yang bertuliskan “Saya Nyatakan Jokowi Harus Berhenti Jadi Presiden” dengan menyertai foto Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dapat dikategorikan sebagai disinformasi.