[HOAKS] Percakapan Whatsapp Grup Polisi Dukung Jokowi
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Beredar munculnya screenshot percakapan grup di whatsapp. Percakapan tersebut berisi diskusi di sebuah grup polisi. Dalam percakapan tersebut ada nama Kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardiansyah yang tengah memerintahkan anggotanya untuk mengkampanyekan pasangan 01 Joko Widodo.
Faktanya setelah ditelusuri percakapan tersebut adalah palsu. AKBP Erwin dengan tegas membantahnya. Dia mengatakan, gambar yang beredar tersebut adalah ulah oknum tidak bertanggung jawab, yang hendak memperkeruh suasana pemilu.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan bila terbukti ada anggota Polri yang terlibat dalam upaya pemenangan salah satu paslon maka akan ada sanski yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Polisi bentuk Tim Buzzer Dukung Jokowi
Beredar pada laman media sosial pemberitaan tentang polisi membentuk tim buzzer media sosial yang medukung Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, diketahuai pemberitaan ini pertama diposting oleh akun…
[BERITA] “Polri Tepis Tudingan di Medsos soal Pasukan Buzzer Polisi Dukung Jokowi”
“Dedi menuturkan pihaknya akan menyelidiki penyebar informasi tersebut dan akan berkoordinasi dengan Direktorat Siber Bareskrim Polri.” “Selasa 05 Maret 2019, 18:29 WIB Polri Tepis Tudingan di Medsos soal Pasukan Buzzer Polisi Dukung Jokowi Audrey Santoso –…
Hoaks Sepekan, Alien Thailand hingga Polisi Dukung Salah Satu Capres
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com — Sepekan kemarin, mulai 12-17 November 2018, media sosial masih diselipi sejumlah kabar hoaks.
[SALAH] Ketum PP Muhammadiyah Haedah Nashir Dukung Jokowi – Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019
”Itu tak benar. Hoax. Persyarikatan Muhammadiyah netral dalam Pilpres,” tegas Haedar Nasir, Jumat (28/9).