[HOAKS] PKI Akan Membentuk Republik China-Indonesia, Kami Punya Data Lengkap
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah beredar sebuah postingan yang menuliskan bahwa PKI akan membentuk Republik China-Indonesia, kami punya data lengkap pada platform facebook atas nama Umar bin khattab.
Faktanya, setelah ditelusuri lebih lanjut hal tersebut tidak akan mungkin dapat terjadi di Indonesia karena PKI secara teoritik tidak mungkin bangkit kembali, tidak ada prasyarat yang terpenuhi dengan ideologi transnasional yang mereka anut, tidak ada lagi rujukan yang bisa membuat PKI berdiri kembali,apalagi sampai membentuk republik baru.
Sejarawan LIPI, Asvi Marwan Adam mengatakan “(Isu kebangkitan PKI) omong kosong, ideologi komunisme dan marxisme dilarang di Indonesia. PKI dibubarkan sejak 1966 dan tak pernah bangkit lagi.
ditambah dengan statment panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memastikan sudah tidak ada lagi kelompok PKI, “Nggak ada, PKI itu sudah bubar. Partai komunis itu sudah bubar sama TAP MPR,” kata Hadi di Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (20/3/2018).
hal tersebut dikutip dari laman berita bbc.com pada 21/03/2018.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Ujaran Kebencian Untuk Etnis China Yang Mengatasnamakan Sultan Hamengkubuwono X
Media sosial kembali ramai dengan pemberitaan atau informasi yang kejelasannya masih diragukan. Pemberitaan atau informasi tersebut mencatut nama Sri Sultan Hamengku Buwono X yang ramai di Twitter.
[SALAH] “orang Cina punya KTP Cilacap atas nama Karsono”
Sudah diperiksa oleh Kantor Imigrasi Cilacap, kartu identitas yang diserahkan adalah kartu ID (bukan KTP) dan nama yang bersangkutan bukan Karsono. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
(DISINFORMASI) Perlawanan Pekerja Asing China Saat Bendera RRC Diturunkan TNI
Insiden pengibaran bendera Republik Rakyat China/Tiongkok di Pulau Obi, Maluku Utara memang sempat ricuh. Kericuhan itu dikarenakan adanya tindakan warga dan oknum wartawan yang ingin menurunkan paksa bendera RRT tersebut.