✕HoaxIndonesian

[HOAKS] Surat Panggilan Wawancara Calon Pegawai Bank Indonesia

Fact-check by Kompas.comPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com – Surat edaran yang mengatasnamakan Bank Indonesia (BI) yang berisi panggilan wawancara calon pegawai BI dapat dipastikan hoaks.

Surat yang beredar itu dilengkapi tanda tangan di atas materai yang mengatasnamakan Human Resources Development (HRD) BI, Rozik Boedioro Soetjipto.

Surat palsu ini disertai lampiran yang menyebutkan 20 nama calon pegawai yang dinyatakan lolos seleksi.

Nama-nama tersebut diminta untuk hadir ke lokasi menggunakan agen travel yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.

Kompas.com mengonfirmasi terkait surat palsu yang beredar ini melalui Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan.

Surat palsu tersebut bernomor 0318/HRD/BANKINDONESIA/III/2018.

Hal dalam surat tertulis panggilan wawancara calon karyawan(i), dilengkapi keterangan terdapat tiga lampiran.

Berikut isi suratnya:

Kepada

Yth. Calon Karyawan(i) Bank Indonesia

Di Tempat

Dengan Hormat

Berdasarkan hasil evaluasi tim seleksi terhadap lamaran kerja Saudara yang kami terima, dengan ini kami sampaikan bahwa berkas lamaran Saudara memenuhi persyaratan yang ditetapkan, sehingga Saudara dapat mengikuti tes wawancara calon Karyawan(i) dan penempatan sesuai domisili masing-masing.

Tes Wawancara Calon Karyawan(i) Bank Indonesia akan dilaksanakan pada:

hari/tanggal: Selasa/04 September/2018

Waktu: 08.30 WITA-12.25 WITA

Tempat: Jl. Wr. Supratman No.1, Dangin Puri Kangin, Denpasar, Bali 80237

Untuk dapat mengikuti wawancara ini Saudara diwajibkan membawa:

1. Surat Panggilan Tes yang sudah dikirim via E-mail ke masing-masing peserta (mohon diPrint).

2. KTP/SIM (Kartu Identitas Diri) asli.

3. Alat Tulis (Pensil 2b, ballpoint, dan penghapus).

4. Saudara diharap hadir di tempat test 30 menit sebelum waktu yang ditentukan (apabila tidak hadir dianggap mengundurkan diri).

Demikian kami sampaikan, untuk menjadi perhatian.

Pada bagian paling bawah surat palsu itu menyebutkan tebusan ke Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (DPSM), DEPNAKER (Departemen Tenaga Kerja), dan Arsip.

Konfirmasi Kompas.com

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan menegaskan bahwa surat tersebut palsu.

BI juga menyampaikan klarifikasi soal ini melalui akun resmi Twitter BI, @bank_indonesia.

Junanto mengatakan, pihak BI menerima laporan dari masyarakat terkait surat bodong tersebut.

“Masyarakat kan ada yang mengonfirmasi ke BI,” kata Junanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/9/2018).

Junanto meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus-modus seperti ini.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terkait janji-janji atau iming-iming dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dalam perekrutan, BI sama sekali tidak memungut biaya apapun,” ujar Junanto.

Informasi resmi dari BI akan disampaikan melalui laman website BI, media sosial BI, atau masyarakat dapat mengonfirmasi ke kontak call center 131.

Saat ini, BI memang tengah membuka ekrutmen pegawai baru pada 1-6 September 2018. Informasi seputar rekrutmen ini dapat diakses melalui laman https://pcpmbi.experd.com.

Original source: ekonomi.kompas.comOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →