[HOAKS] Tes Sederhana Deteksi Asam Urat
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Telah beredar di sosial media Whatsapp, pesan berupa tes sederhana deteksi penyakit asam urat. Dalam postingan tersebut menyertakan sebuah foto untuk mendeteksi penyakit tersebut dengan cara menekuk setengah jari-jari tangan. Foto tersebut berisi tulisan “bila ujung jari masih bisa menempel erat, berarti asam urat masih baik”.
Adapun faktanya di lansir dari detikhealth.com Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa foto yang menunjukkan tes sederhana itu tidak benar. Menurutnya, jika ingin mengeceknya harus cek ke laboratorium. Untuk mendeteksi adanya penyakit asam urat, biasanya timbul beberapa gejala spesifik. Dr Ari menyebutkan bahwa asam urat itu adalah suatu peradangan di jari-jari sendi kecil, terutama di bagian jempol kaki, “Biasanya ada benjolan, bengkak, nyeri, merah, pas digerakin sakit,” imbuhnya.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →(HOAX) : Tes Sederhana Deteksi Asam Urat
Ilustrasi Asam Urat Belakangan ini, Hoax mengenai tema kesehatan sangat gencar beredar di media sosial. Berbagai tips serta informasi yang tidak jelas sumbernya pun banyak ditelan mentah-mentah oleh masyarakat luas.
Tes Asam Urat dengan Menempelkan Ujung Jari
Jika ujung jari bisa menempel, itu menandakan bahwa kadar asam urat seseorang masih terbilang baik. Dikutip dari beberapa sumber, kadar asam urat normal pada perempuan yaitu 2,4–6,0 mg/dL, sedangkan pada pria adalah 3,4–7,0 mg/dL.
[HOAKS] Ramuan Minyak Tanah Penyembuh Asam Urat
[BENAR] Klarifikasi dari Dinkes terkait Informasi Ramuan Minyak Tanah yang Bisa Mengobati Penyakit Asam Urat, Kolesterol, dan Tekanan Darah Tinggi
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kobar, dr Fachrudin, tidak yakin itu bisa menyembuhkan. Menurutnya, belum ada penelitian terkait hal itu.