[HOAKS] Tsunami Melanda Tapanuli Tengah
Archived here with a link to the original.
The claim
Di media sosial Twitter, terdapat beberapa netizen yang menanyakan kebenaran informasi tersebut.
Pantauan Kompas.com, warganet tersebut menanyakan langsung kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan me- mention akun resmi Twitter BMKG, @infoBMKG.
Twitter Tangkapan layar mengenai isu tsunami di Tapanuli Tengah
“@infoBMKG Min kabarnya di Tapanuli Tengah-Sibolga daerah Sumatera Utara sedang ada isu terjadinya tsunami. Mohon konfirmasi min, keluarga saya tinggal disana,” tulis salah satu akun.
“@infoBMKG Mohon infonya min terkait isu gelombang surut dan akan terjadi tsunami di pantai Sibolga, Tapanuli Tengah. Warga beramai-ramai untuk mengungsi pagi ini,” tulis akun lainnya.
What the fact-checkers found
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.
KOMPAS.com – Kabar bohong mengenai tsunami atau gempa masih saja terjadi, setelah bencana itu melanda Indonesia. Tahun lalu terdapat dua tsunami besar yang menghancurkan beberapa wilayah di Tanah Air.
Tsunami pertama terjadi di Palu, Donggala, dan Sigi yang memakan ribuan korban jiwa. Sementara, pada bulan Desember 2018, terjadi tsunami di Pandeglang, Serang, dan Lampung yang mengagetkan sebagian besar masyarakat.
Sejak kejadian tersebut, beberapa hoaks seputar gempa dan tsunami masih bermunculan tahun ini. Kali ini terdapat hoaks mengenai tsunami terjadi di Tapanuli Tengah.
Disebutkan, tsunami terjadi pada Kamis (10/1/2019) pukul 02.30 WIB dini hari tadi.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan analisis rekaman data sinyal seismik di sensor terdekat dengan lokasi yang dikabarkan.
Dari analisis tersebut, tidak ditemukan adanya aktivitas kegempaan di Tapanuli dan sekitarnya.
Rahmat menambahkan, hasil pengamatan stasiun pasang surut (tide gauge) di wilayah Sumatera Utara (Sibolga, Gunung Sitoli, Lahewa, Teluk Dalam, Pulau Tellom dan Tanabala), tidak ditemukan perubahan gelombang air laut yang signifikan atau hanya gejala normal pasang surut harian.
“Berdasarkan hasil pengamatan lapangan oleh BMKG Pinangsori, Sibolga, dan BMKG Nias bahwa tidak didapatkan adanya gejala peristiwa tsunami,” kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (10/1/2019).
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak resmi, terutama terkait isu tsunami yang berkembang.
Informasi resmi dapat di akses masyarakat melalui situs resmi BMKG, media sosial BMKG, maupun melalui aplikasi yang dapat diunduh di smartphone.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Gempa Bermagnitudo 8,2 dan Tsunami di Jateng pada Kamis Ini
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar. KOMPAS.com – Belum lama ini beredar pesan di aplikasi pesan WhatsApp yang mengabarkan adanya prediksi gempa bermagnitudo 8,2 yang akan terjadi hari ini, Kamis (18/10/2018).
[KLARIFIKASI] Benarkah Pergerakan Lempeng Jawa Berpotensi Gempa Bumi? Ini Penjelasannya
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklarifikasi informasi yang menyebar…
[SALAH] Potensi Gelombang Tsunami di Tapanuli Sumatera Utara
BMKG menyatakan informasi tersebut bohong.
[BENAR] “Klarifikasi BMKG Terkait Prediksi Gempa Bermagnitudo 8,2 dan Tsunami di Beberapa Daerah Jateng”
Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko membantah isu yang memprediksi gempa bermagnitudo 8,2 dan berpotensi tsunami akan terjadi di beberapa daerah Jateng seperti Tegal, Brebes Kebumen dan Puworejo pada Kamis (18/10).