HOAX: Indonesia Siaga 1 Setelah Pilkada, Tentara Cina Komunis Akan Makar
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sebuah akun Facebook dengan nama ‘Wisya Apriani Glautama’ memposting sebuah status hoax ke grup Facebook ‘Prabowo For NKRI’ sebagai berikut:
‘Semalam beberapa teman ayah saya dari anggota Kostrad TNI ada menyambangi rumah kediaman ayah saya yang juga anggota kostrad TNI,saya pun ikut mengikuti pembicaraan mereka.
” Indonesia siaga 1,setelah pilkada nanti entah itu ahok menang atau pun kalah, tentara cina komunis dan sekutunya ingin melakukan makar berdarah diindonesia ingin mengambil alih kekuasaan indonesia dengan dalih mengamankan warga cina di indonesia dari teroris padahal sebenarnya mereka ingin mengambil kekuasaan diindonesia,tentara myanmar pun sedang menuju aceh untuk membalas atas warga budha yang dihukum cambuk diaceh,kekuatan TNI terpecah ada yang diaceh dan dijakarta,anak-anakn TNI pun diperintahkan menjaga pilkada dki.
Wisya apriani,komplek kostrad tanah kusir bintaro, jakarta-selatan.’
Pusat Penerangan TNI melalui akun resminya di Facebook telah mengeluarkan pernyataan bahwa status di atas adalah hoax.
Where it circulated
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →(HOAX) Status Keamanan Negara Siaga Satu Pasca Pilkada DKI Jakarta
Beredarnya status dari akun Wisya Apriani Glautama memunculkan anggapan bahwa Pemerintah Indonesia akan menerapkan status siaga 1. Akan tetapi, status tersebut tidak dijelaskan apakah status keamanan tinggkat sipil ataupun militer.
[SALAH] “Ternyata Sebenarnya Mereka Tentara Cina yang Nyamar”
Peristiwa di 2016, detik.com: “Dikira Tentara China, Ini Identitas Pekerja Kereta Cepat yang Ditangkap TNI AU”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.