[HOAX] “PERLU KITA KETAHUI Inilah sejumlah video pembataian umat muslim di rohingya”
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
The claim
“ PERLU KITA KETAHUI
Inilah sejumlah video pembataian umat muslim di rohingya
Turut Berduka atas Musibah yang menimpa Saudara muslim kami Suku Rohingya?
? Rasanya sulit di percaya di zaman Modern ini
Di mana Manusia menjunjung tinggi HAM.. masih ada Kekejaman Genosidha/Pembantaian massal.
Kami di Indonesia tidak menyangka betapa keji dan biadabnya Rakyat Myanmar (Burma) ini Sangat tidak manusiawi, Sangat Sangat tidak bermoral,
Menyiksa dan menyakiti Manusia untuk Bersenang-senang lalu membunuhnya.
Betapa kejinya kalian.
Ya Allah selamatkanlah mereka umat muslim di rohingya semoga di lancarkan segala urusannya, di permudah jalannya untuk slalu Istiqomah menjalani kehidupannya dan bagi mereka yg terbunuh semoga mati syahid mati dalam keadaan khusnul khatimah.. Aamiin
↘
Klik BAGIKAN saudaraku!”
What the fact-checkers found
(1) Video pertama adalah kejadian di Sri Lanka pada tahun 2014: “Sri Lanka: new video evidence of government war crimes” https://goo.gl/NRABpE
(2) Video kedua adalah kejadian di Kamboja pada tahun 2016, sudah ditangani oleh yang berwenang: “Vietnam police step in to find man filmed torturing kids in Cambodia” https://goo.gl/QkgkPF. Pelaku sudah tertangkap di Vietnam: “Suspected Child Torturer Captured In Vietnam” https://goo.gl/tXztdt, status kasus: “Case Against Dutchman Over Boy’s Torture to Move to Trial” https://goo.gl/7bmdyg
CATATAN: (1) Untuk bahan hoax lainnya saya belum menemukan debunk-nya, silakan untuk yang ingin menambahkan.
(2) Sebagai bapak dengan anak yang masih kecil, saya SANGAT MARAH ketika proses debunk video yang ke 2. SIKAPI INFORMASI INI DENGAN BIJAK, akan ada tindakan untuk anggota yang komentarnya melanggar aturan FAFHH.
https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/528246927507847/
Where it circulated
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar message