Kapolri: Saya Tidak Pernah Dukung Khilafah!
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
JPP, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membantah bahwa dirinya mendukung sistem pemerintahan khilafah sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu tokoh Aksi Bela Islam 212, Bachtiar Nasir, dalam sebuah video yang beredar viral di internet.
“Saya tidak pernah menyatakan bahwa saya mendukung khilafah,” tegas Kapolri di Jakarta, Selasa (17/7/2018).
Hal itu diungkapkan Kapolri saat mengomentari video Bachtiar Nasir yang mengatakan bahwa Ia sudah berdiskusi dengan Kapolri. Dalam video tersebut, Bachtiar Nasir mengatakan bahwa Kapolri setuju demokrasi harus diganti dengan sistem khilafah.
Setelah mengetahui adanya video terkait dengan dirinya itu, Kapolri pun mengaku langsung menghubungi Bachtiar Nasir.
“Saya langsung (kirim pesan) WhatsApp ke yang bersangkutan. Ustadz itu saya anggap orang yang cerdas, negarawan. Tapi begitu saya melihat kata-kata ustadz di situ (video), hilang kesan saya. Ternyata ustadz tidak secerdas yang saya lihat,” kata Kapolri.
Ia mengakui bahwa keduanya pernah bertemu untuk berdiskusi. Namun, Kapolri tidak pernah menyampaikan kepada Bachtiar Nasir bahwa Ia setuju dengan sistem khilafah.
Menurut dia, khilafah sama berbahayanya dengan demokrasi liberal. “Yang saya sampaikan, demokrasi liberal saat ini kalau kebablasan bisa menjadi pemecah bangsa. Tapi saya tidak mengatakan untuk ganti (menjadi) khilafah. Bahkan saya katakan khilafah itu bahayanya seperti demokrasi liberal,” jelas Kapolri.
Sehingga, menurut dia, demokrasi Pancasila merupakan sistem pemerintahan yang paling tepat bagi Indonesia. (ant)
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Ponpes Bata-Bata Pamekasan Dukung Khilafah Gantikan Pancasila
Pengasuh Pondok Pesantren Bata-Bata, Pamekasan, Jawa Timur RKH Tohir Zain Abd Hamid membantah dirinya mendukung sistem negara khilafah, sebagaimana tanggapannya atas unggahan status Arya Menak Segoro. “Itu tidak benar.
[HOAKS] Spanduk Habib Rizieq Dan PKS Dukung Khilafah
Telah beredar di media soaial melalui facebook Spanduk Habib Rizieq dan PKS dukung khilafah. Setelah ditelusuri berita tersebut adalah keliru. Hal tersebut di bantah (FPI) Besar Front Pembela Islam.
[KLARIFIKASI] FPI Tidak Menyebarkan Spanduk Habib Rizieq Dukung Khilafah
Pihak Front Pembela Islam (FPI) membantah telah memasang dan menyebarkan spanduk bergambarkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung khilafah di sejumlah titik Kota Depok, Jawa Barat.
[salah] tni-polri pose dua jari dukung prabowo-sandiaga
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto membantah bahwa foto dengan ibu jari dan telunjuk merupakan bentuk dukungan TNI-Polri kepada Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin…