[KLARIFIKASI] ITB STIKOM Bali Berikan Klarifikasi Atas Isu Telah Terpapar ISIS
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Beredar informasi yang menyebutkan bahwa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (Stikom) Bali telah terpapar ISIS. Adapun, dalam informasi yang beredar itu terdapat empat poin argumen yang menguatkan hal tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran, pihak ITB Stikom Bali telah memberikan klarifikasinya. Klarifikasi itu sudah dipublikasikan melalui akun media sosial milik kampus tersebut.
Berikut klarifikasi pihak perguruan tinggi tersebut melalui akun Facebooknya: […] Klarifikasi & Pernyataan Sikap ITB STIKOM BALI Terkait Hoax “Masyarakat Bali vs STIKOM Bali" Tujuan pendirian STMIK STIKOM BALI pada tahun 2002 adalah bentuk kecintaan dan komitmen kami — para pendiri yaitu Ida Bagus Dharmadiaksa, Satria Dharma, Dadang Hermawan, dan saya sendiri, Made Bandem — atas situasi dunia pendidikan tinggi di Bali saat itu yang belum memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Berbekal keyakinan bahwa TIK akan menjadi salah satu bidang ilmu yang merubah dunia, kami pun berkolaborasi, berjuang, dan bekerja keras mewujudkan STMIK STIKOM BALI. Visi itu pun menjadi visi bersama, masyarakat Bali mendukung kami, dan sampai saat ini STMIK STIKOM BALI, dengan status barunya ITB STIKOM BALI telah meluluskan ribuan sarjana komputer dan ahli madya komputer.
Tidak ada maksud lain, selain memajukan pendidikan TIK di Bali yang mampu meluluskan SDM yang berkompetensi dalam bidangnya. Prestasi ini bukan semata milik kami, bukan untuk memperkaya diri, namun menjadi prestasi masyarakat Bali dalam berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui TIK.
Dan ketika passion dan kecintaan bersama ini dinodai oleh hoax ‘berita palsu’, dan ujaran kebencian, yang bertujuan merusak kepercayaan, kerukunan, dan toleransi di antara kita, maka ijinkanlah saya, atas nama ITB STIKOM BALI, menyampaikan klarifikasi dan pernyataan sebagai berikut: 1. Berita palsu bermuatan SARA yang ditujukan kepada ITB STIKOM BALI adalah isu lama yang didaur ulang sehingga tidak ada validitas dan relevansinya dengan kondisi ITB STIKOM BALI dewasa ini. 2.
Kegaduhan dari berita palsu bermuatan adu-domba ini mesti disadari bukan semata-mata ingin menghancurkan nama baik dan prestasi ITB STIKOM BALI, namun ditujukan sebagai upaya memecah-belah kebersamaan, kerukunan dan kedamaian di Bali, dan ini sangatlah berbahaya karena bisa menimbulkan konflik di tataran akar rumput. 3.
Keluarga besar ITB STIKOM BALI mengecam penyebaran hoax bermuatan SARA ini, dan akan menjalankan tanggung jawab moral menjaga NKRI dengan menempuh jalan hukum. 4. ITB STIKOM BALI tetap berkomitmen menjadi kampus TIK yang berlandaskan pada keteguhan melestarikan, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Bali. Demikan pernyataan ITB STIKOM BALI, dan saya mengajak semua lapisan masyarakat untuk berpikir jernih dan menghindari tindakan anarkis yang merugikan kita semua.
Kepada semua anggota Keluarga Besar ITB STIKOM BALI, termasuk para alumni yang kini mengabdi di berbagai tempat di Indonesia, mari kita gunakan masalah ini sebagai kesempatan berharga untuk menunjukkan kualitas kita sebagai insan akademis yang menghargai toleransi serta setia kepada Pancasila dan NKRI. Denpasar, 3 Desember 2019 Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar - ITB STIKOM BALI, Prof. Dr.
I Made Bandem, M.A. […] Selain klarifikasi tertulis, pihak ITB Stikom Bali pun sudah menggelar konferensi pers dengan mengundang sejumlah media di Bali. Melalui konferensi pers tersebut, Prof. I Made Bandem selaku pendiri Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar yang menaungi kampus Stikom Bali menegaskan bahwa isu yang beredar tidak benar. “Isu itu tidak benar. Itu hoaks.
Kampus kami sangat menghargai keberagaman dan menjunjung tinggi nasionalisme serta adat dan budaya," tegas Prof. I Made Bandem. Menurut Prof Bandem, isu hoaks yang menimpa kampus ITB Stikom Bali itu sebenarnya terjadi sangat lama, yakni tepatnya 28 November 2015 lalu. Namun pada 29 November hingga 1 Desember 2019, isu ini kembali disebarluaskan kembali di medsos (facebook dan whatsapp).
Untuk itu, tak mau kejadian serupa terulang dan sebagai upaya memberikan efek jera meluruskan informasi palsu tersebut, pihak Stikom Bali berencana akan menempuh jalur hukum. Namun sebelum mengambil langkah hukum, pihak kampus kata Prof Bandem terlebih dahulu melakukan kajian mendalam. Selain itu juga akan dilakukan kerjasama dengan pihak kepolisian, provider dan juga media sosial untuk menelusuri asal muasal hoaks ini beredar. "Akan dikaji dulu nanti.
Pihak-pihak mana saja yang akan dilaporkan. Tujuannya adalah supaya ada kesadaran bersama bahwa hal ini merugikan. Agar ke depannya masyarakat juga bisa bersikap dan terhindar dari hoaks," tambahnya. Rektor ITB Stikom Bali Dr Dadang Hermawan Ak pun angkat bicara memberikan klarifikasinya. Ia mengatakan, berita hoaks yang beredar ini sejatinya sudah pernah diklarifikasi pada tahun 2015 silam. Dimana saat itu, Stikom Bali diisukan berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS.
Kata Dadang, pihak penyebar hoaks menghubungkan tudingan itu dengan sejumlah sarana milik kampus ITB Stikom Bali diantaranya mobil operasional milik kampus yang memiliki nomor polisi dengan angka unik, yakni 1515. "Masalah ini pertama kali di tahun 2015. Terkait nomor kendaraan mobil kami 1515. Nomor itu sendiri ada karena ingin ada ciri khas saja. Makanya dikasih nomor plat yang sama dengan beberapa mobil lain juga.
Tidak ada hubungannya dengan ISIS," terangnya. berita hoaks yang beredar ini sejatinya sudah pernah diklarifikasi pada tahun 2015 silam. Dimana saat itu, Stikom Bali diisukan berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS. Kata Dadang, pihak penyebar hoaks menghubungkan tudingan itu dengan sejumlah sarana milik kampus ITB Stikom Bali diantaranya mobil operasional milik kampus yang memiliki nomor polisi dengan angka unik, yakni 1515. "Masalah ini pertama kali di tahun 2015.
Terkait nomor kendaraan mobil kami 1515. Nomor itu sendiri ada karena ingin ada ciri khas saja. Makanya dikasih nomor plat yang sama dengan beberapa mobil lain juga. Tidak ada hubungannya dengan ISIS," terangnya.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] Viral Foto Tebing Uluwatu Bali Retak, Pihak Pengelola Berikan Klarifikasi
Viral melalui media sosial, sebuah foto yang didalamnya nampak terlihat bahwa tebing Uluwatu Bali Retak. Melihat viralnya foto tersebut, pihak terkait pun akhirnya memberikan klarifikasi.
[KLARIFIKASI] Polisi: Modus Pocong ‘Begal’ Hoax
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal menegaskan dari pengecekan Unit Reskrim Polsek Rungkut juga tidak menemukan adanya laporan korban pocong begal di kawasan Wonorejo. “Boneka yang dikemas pocong itu sebenarnya untuk edukasi.
[BERITA] UI Berikan Klarifikasi Atas Isu Adanya Batas Minimum Nilai UTBK SBMPTN dan SIMAK UI 2019 Untuk Calon Mahasiswa Baru
Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI Rifelly Dewi Astuti memberikan menegaskan, pihak Universitas Indonesia (UI) tidak pernah merilis informasi mengenai batas minimum nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) maupun nilai ujian Seleksi Masuk UI…
[KLARIFIKASI] “Ingin Bangun Mall, Agung Podomoro Dituduh Sebagai Dalang Pembakaran Pasar Aur Kuning, Bukit Tinggi.”
“Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa kebakaran Pasar Aur Kuning murni musibah. Untuk itu, dia mewanti-wanti dan meminta semua pihak untuk tidak memprovokasi pedagang. “Belum selesai soal Pasar Atas, datang lagi kebakaran pasar Aur Kuning.