[KLARIFIKASI] Pihak kepolisian tidak melarang hotel di Banyuwangi memasang atribut Natal dan tahun baru
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Kapolsek Kalipuro, AKP Jaenur Kholik membantah adanya penekanan terhadap manajemen hotel untuk melarang pemasangan atribut Natal dan tahun baru.
Pihak kepolisian tidak melakukan imbauan itu. Jaenur pun membantah terkait pencatutan namanya yang diklaim sebagai aparat kepolisian yang mengeluarkan larangan tersebut.Nama Jaenur disebut dalam isu tersebut adalah aparat di balik isu itu.
“Kami dari kepolisian tidak melakukan imbauan itu kepada manajemen hotel. Hoax itu,” ujarnya Rabu 11 Desember 2019.
Jaenur mengakui pada 7 Desember lalu melakukan koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru ke beberapa hotel di Banyuwangi untuk kamtibmas. Namun dirinya tidak mengeluarkan statement pelarangan tersebut.
“Kami melakukan sosialisasi dan koordinasi keamanan saja. Tidak pada penekanan terhadap manajemen hotel terkait pemasangan atribut Natal,” tambahnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi, AKBP Arman Asmara Syarifuddin, Public Relations Hotel Santika, Evelyn Mey Fanny, GM Secretary Hotel Illira Banyuwangi, Niken Fajar Andini, dan GM Villa Solong Banyuwangi, Imam Solehan. Mereka membantah adanya imbauan tersebut.
Jaenur mengatakan Banyuwangi merupakan kota yang sangat menjunjung kerukunan antarumat beragama, sehingga diharapkan masyarakat tidak terpancing oleh isu sara yang dimungkinkan dikembangkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
“Banyuwangi aman dan kondusif. Kami harap masyarakat tidak terpancing oleh isu tersebut,” pungkasnya.
Sebenarnya, jika artikel berjudul “Hotel di Banyuwangi Diimbau Tak Pasang Atribut Natal” dari situs tagar.id itu dibaca sampai selesai, tidak ditemukan adanya pernyataan terkait larangan pemasangan atribut natal dan tahun baru seperti yang ditulis dijudul. Bahkan di akhir artikel, ditulis “Sebelumnya beredar kabar hotel di Banyuwangi diimbau tidak memasang atribut Natal. Hal ini tidak benar, kata pihak berwenang setempat.”
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[BENAR] KEPOLISIAN TEPIS ISU PENYERANGAN OLEH WARGA RUMPIN BOGOR
Beredar luas di media sosial mengenai aksi balas dendam yang dilakukan oleh warga Rumpin Bogor. Beberapa saat setelah video tersebut viral, pihak kepolisian pun akhirnya memberikan klarifikasi. Selengkapnya terdapat di penjelasan1
(KLARIFIKASI): Lafadz Allah Pada Pohon Natal di Novita Hotel
Polisi telah menetapkan tersangka pelaku penistaan agama di Hotel Novita Jambi. Tersangka merupakan karyawan honorer hotel tersebut.
[KLARIFIKASI] “Foto Ornamen Natal di Tanah Abang Ditutup”
“Lukman menegaskan tidak ada pelarangan dari pihak mana pun terkait pemasangan ornamen Natal itu. Metro Tanah Abang sendiri setiap tahun memasang ornamen secara tematik. “Itu setiap tahun memang selalu pasang.
[SALAH] "SITUBONDO LOCKDOWN"
Pesan berantai terkait dengan klaim bahwa Situbondo lockdown akibat persebaran virus corona atau Covid-19 beredar di tengah masyarakat. Menurut narasi yang disampaikan, beberapa titik di wilayah Situbondo akan dijaga ketat oleh pihak keamanan.