Penjelasan BPOM RI tentang Adanya Kandungan Darah Pada Filter Rokok
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Badan POM RI perlu memberikan penjelasan sehubungan dengan beredarnya isu dugaan adanya kandungan darah babi pada filter rokok yang sempat beredar melalui media elektronik.
Isu ini pernah muncul pada tahun 2010 dan 2013. Berdasarkan hasil uji filter rokok yang dilakukan di laboratorium Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) Badan POM RI pada tahun 2010 menggunakan Metode DNA, dari 5 (lima) merek rokok berfilter yang diuji, TIDAK TERDETEKSI adanya kandungan DNA babi.
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Filter Rokok Mengandung Darah Babi!
Pengguna media sosial dihebohkan dengan isu adanya kandungan darah babi pada filter rokok. Isu mengenai darah babi pada filter rokok tersebut sempat muncul di Indonesia dan juga Australia mulai tahun 2010 lalu.
[SALAH] Merokok Menghadang Virus Corona Masuk ke Paru-Paru
Merokok tidak menghadang virus Corona atau COVID-19. Perokok justru rentan terpapar COVID-19, salah satunya lantaran merokok memungkinkan risiko infeksi pernapasan.
[SALAH] Daftar 42 Harga Rokok Setelah Kenaikan Tarif Cukai
Postingan akun Facebook Amat Ableck atau @amatilusilusi.sregar yang menampilkan kenaikan harga 42 produk rokok yang menyentuh harga Rp. 50.000 adalah tidak benar adanya. Corporate COmmunications PT Djarum, Budi Darmawan pun memberikan klarifikasinya, “Yes.
[SALAH] Merokok Bisa Menghadang Virus Corona
Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Hoaks berulang. Dokter spesialis paru Feni Fitriani, membantah klaim tersebut.