Publik Lebih Percaya Polri daripada Ulama
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Terkait pemberitaan yang menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian yang mengeluarkan statement berupa “Publik lebih percaya Polri daripada Ulama” adalah HOAX. Pemberitaan tersebut bertolak belakang dengan pemberitaan aslinya, dimana Kapolri menyatakan bahwa di Tahun 2018 ini Kapolri berharap kepercayaan publik dapat meningkat terhadap Polri..
.
Pasalnya, dari hasil penelitian sejumlah lembaga, termasuk survei independen beberapa lembaga survei, tingkat kepercayaan publik pada polri meningkat. Hal ini ditunjukkan posisi Polri yang kerap berada di posisi lima besar..
.
“Dengan konsep promoter yang saya lakukan penilaian lembaga survei sampai akhir 2017 yang relatif menemukan tingkat kepercayaan publik kepada Polri meningkat dan stabil..
.
Ini menunjukan kebijakan umum yang kami kerjakan sudah on the track,” ujar Jenderal Pol. Tito Karnavian.
Be Smart Netizen..
#StopHoax #HimbauanPolri #PolriPromoter #TheBestPol
@polisi_indonesia
@halo_polisi
@berita_polisi_terkini
@polisirepublikindonesia
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] “Tito : Insyaallah Kedepannya Publik Lebih Percaya Polri daripada Ulama!!”
Setelah dilakukan perbandingan, situs “KOMPASINF0” menyalin artikel dari Republika di https://goo.gl/cJLNY2 dengan merubah: (1) Judul, dari “Kapolri Ingin Publik Lebih Percaya pada Polri” ke “Tito : Insyaallah Kedepannya Publik Lebih Percaya Polri daripada…
[SALAH] "Jangan lupa besok mulai aturan Facebook baru di mana mereka dapat menggunakan foto Anda. Jangan lupa batas waktu hari ini!"
Facebook belum membuat aturan baru mengenai kebijakan data pengguna. Aturan kebijakan data Facebook terakhir direvisi pada 19 April 2018. Diketahui pula, isu yang beredar itu merupakan Hoaks Lama Bersemi Kembali (HLBK).