[SALAH] "corona virus sudah viral di iqro"
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Penemuan virus corona jauh lebih dulu dibanding Iqro. Virus corona sudah diidentifikasi pada tahun 1931 oleh sekelompok peneliti pada hewan, dengan jenis pertama HCoV-229E. Baru pada 1965, virus korona dilaporkan telah menjangkiti manusia, sementara “Buku Iqro’: Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an" baru diterbitkan pada awal 1990-an. Selengkapnya di bagian Penjelasan dan Referensi
Kategori : Konten yang Menyesatkan
Akun Fiora Alissa (fb.com/fiora.alissa.50) mengunggah sebuah gambar dengan narasi sebagai berikut: “Subhanallah (corona virus) Sudah viral di iqro’1 Tolong sebarkan foto ini Bahwa covid 19 sudah viral di iqro’ Semoga covid 19 segera pergi dari bumi ini amin ya allah Semoga yang coment amin dapat Rejeki yang banyak ya allah amin" Di gambar tersebut, terdapat narasi “Tanda bukti bahwa Corona memang di Takdir kan oleh Allah swt tertulis Di Iqro'" dan kata “QO-RO-NA" dalam bahasa Arab yang dilingkari. Sumber : https://archive.md/3LfnJ (Arsip)
Penjelasan Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom dan Liputan6, klaim bahwa Virus Corona sudah viral di Buku Iqro’ adalah klaim yang keliru. Penemuan virus corona jauh lebih dulu dibanding Iqro. Virus Corona sudah diidentifikasi pada tahun 1931 oleh sekelompok peneliti pada hewan, dengan jenis pertama HCoV-229E.
Baru pada 1965, virus Corona dilaporkan telah menjangkiti manusia, sementara “Buku Iqro’: Cara Cepat Belajar Membaca Al-Qur’an" baru diterbitkan pada awal 1990-an. Sampai berjangkitnya sindrom pernapasan akut pada akhir tahun 2002 (Severe Acute Respiratory Syndrome/SARS-CoV), hanya dua virus Corona yang menjangkiti manusia (HCoV) yang diketahui, yakni HCoV-229E dan HCoV-OC43.
Virus Corona yang ditemukan di Wuhan adalah jenis baru dari virus Corona yang diberi nama resmi: Novel Coronavirus (2019-nCoV). Pada artikel berjudul “Mengenal June Almeida, penemu virus corona pertama di dunia" yang dimuat situs internasional.kontan.co.id, pada 20 Juni 2020 menyebutkan, orang yang pertama kali menemukan virus corona adalah seorang perempuan pada 1964 silam. Perempun itu adalah June Almeida.
Virus corona yang pertama kali Almeida indentifikasi ia temukan pada 1964 di laboratoriumnya di Rumah Sakit St Thomas, London, Inggris. Sementara itu, merujuk buku karangan peneliti Anna M.
Gade berjudul “Perfection Makes Practice: Learning, Emotion, and the Recited Qur’an in Indonesia" yang dipublikasikan University of Hawaii Press pada 2004, disebutkan bahwa buku Iqro yang dibuat oleh seorang kyai dan pedagang bernama As’ad Humam (1933-1996) dari Yogyakarta pertama kali diterbitkan pada awal 1990-an. Kata “QO-RO-NA" pada buku Iqro yang diklaim merujuk pada virus Corona juga terbantahkan dari cara penulisan.
Dilansir dari Aljazeera.net, situs berita berbahasa Arab, yang menyerap istilah virus Corona dengan susunan huruf “KAF-WAWU-RA-WAWU-NUN" bukan “QO-RO-NA".
Referensi https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/zNAV5PAb-buku-iqro-sudah-lama-mempred… https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4284469/cek-fakta-tidak-benar-virus-c… https://www.sciencedirect.com/topics/neuroscience/coronavirus https://internasional.kontan.co.id/news/mengenal-june-almeida-penemu-virus-co… https://tirto.id/asad-humam-sang-penemu-metode-revolusioner-baca-alquran-iqro… https://books.google.co.id/books?id=obCJrflCCHIC&redir_esc=y https://id.wikipedia.org/wiki/Iqro https://www.aljazeera.net/news/politics/2020/1/27/قبل-كورونا-الجديد-فيروسات-و…
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Merokok Bisa Menghadang Virus Corona
Hasil periksa fakta Rahmah An Nisaa (Uin Sunan Ampel Surabaya). Hoaks berulang. Dokter spesialis paru Feni Fitriani, membantah klaim tersebut.
[SALAH] Narasi Pesan Himbauan Pencegahan Virus Corona Mengatasnamakan UNICEF
Sebuah akun Facebook membagikan informasi berupa himbauan terkait dengan pencegahan virus corona dengan klaim berasal dari Unicef. Himbauan tersebut telah mendapat banyak respon dari para pengguna Facebook lainnya.
[SALAH] Mendeteksi Virus Corona dengan Menahan Napas 10 Detik
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia) Informasi yang beredar adalah salah dan merupakan Hoaks Lama yang Bersemi Kembali (HLBK).