✕HoaxIndonesian

[SALAH] “Data di Mabes TNI berdasarkan Formulir C1”

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

Cek tangkapan layar.

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Nama TNI dicatut agar post terlihat valid, padahal sumber data bukan dari TNI. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten Palsu

Konten baru yang 100% salah dan didesain untuk menipu serta merugikan”.

Pesan SUMBER mencatut TNI untuk membangun premis yang salah agar pesan terlihat berasal dari sumber terpercaya.

——

(2) Klaim “Mabes TNI”, “Babinsa – Koramil” dan “sumber A1” tidak valid karena tidak menyertakan informasi ke sumber referensi yang jelas (misalnya: tautan), ciri khas dari teknik “Appeal to Authority”. Selengkapnya di bagian REFERENSI.

Where it circulated

http://bit.ly/2GqeR1N, akun “Wiewie Malita” (facebook.com/wiewie.algamar), sudah dibagikan 154 kali per tangkapan layar dibuat.

https://web.facebook.com/groups/fafhh/permalink/876271082705428/

Sources and references

  1. 1
  2. 2

    Wikipedia: “Argumen dari otoritas

  3. 3

    dari Wikipedia, ensiklopedia gratis

  4. 4

    Argumen dari otoritas ( argumentum ab anuctoritate ), juga disebut banding ke otoritas, atau argumentum ad verecundiam, adalah bentuk argumen yang tidak bisa ditolerir [1] di mana dukungan otoritas yang diklaim digunakan sebagai bukti untuk kesimpulan argumen. Ini dikenal sebagai kekeliruan, meskipun beberapa menganggap bahwa itu digunakan dalam bentuk yang meyakinkan ketika semua sisi diskusi sepakat tentang keandalan otoritas dalam konteks yang diberikan. [2] [3]. Penulis lain menganggap itu salah untuk mengutip otoritas pada topik yang dibahas sebagai sarana utama untuk mendukung argumen. [4] …”

  5. 5

    (Google Translate, selengkapnya di

  6. 6
  7. 7

    ——

  8. 8

    REMOTIVI: “Teknik Keempat: Kebenaran ada di Mulut Narasumber

  9. 9

    Terkadang untuk memperkuat “make believe” jurnalistik pesan kebencian, media penebar kebencian menambahkan embel-embel seperti “sumber A1”, “orang dalam istana”, dan lain-lain. …

  10. 10

    Dalam kerja jurnalistik pernyataan narasumber lazimnya diverifikasi terlebih dahulu dan diberi penjelasan dalam kapasitas apa narasumber memberikan pernyataannya. Pernyataan tersebut mestinya diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa bukti dari pernyataan tersebut? …”, selengkapnya di

  11. 11
  12. 12

    ——

  13. 13
  14. 14

    , tautan ke situs arsip untuk keperluan cadangan.

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[HOAKS] Foto Hasil Tangkapan Layar Sebuah Laptop Bergambar MS Excel Tentang “Hasil Pilwali Kota Mojokerto” yang Dibuat oleh KPU

Saiful Amin Solihin, Ketua KPU Kota Mojokerto, Rabu (27/6) malam, memastikan foto tersebut adalah hoaks alias bohong. “Dengan demikian, kami pastikan apa yang beredar adalah hoax,” tandas Amin, dilansir dari Jawapos.com.

CekFakta.comJun 28, 2018
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Situs Untuk Mendaftar Kartu Prakerja

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Situs tersebut palsu, dibuat beberapa hari yang lalu dan terdeteksi adanya serangan Phishing. Situs resmi tentang Kartu Prakerja dapat diakses di prakerja.go.id.

TurnBackHoax (MAFINDO)Oct 20, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Situs Formulir Online BANPRES oleh Kementrian Koperasi dan UKM

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga) Formulir palsu. Kementrian Koperasi dan UKM menghimbau masyarakat agar hati-hati atas beredarnya formulir online PALSU yang meminta data lengkap dengan iming-iming bantuan usaha darurat dari pemerintah…

Satgas COVID-19 Hoax BusterOct 20, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Gambar Peta dengan Narasi "Hari ini Jakarta . Sudah semua Zona merah.. hati 2 ya .. jangan keluar rumah kalau ngak perlu"

Unggahan akun Facebook Firmansyah Ali yang dibagikan beberapa hari lalu adalah salah. Gambar peta tersebut adalah data peta sebaran virus Corona atau Covid-19 pada bulan April 2020 lalu di Jakarta.

Satgas COVID-19 Hoax BusterAug 2, 2020