✕HoaxIndonesian

[SALAH] Donald Trump: "Darahku adalah vaksinnya!!!,"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Hasil Periksa Fakta Melati Mulia (Universitas Satya Negara Indonesia). Informasi tersebut palsu. Faktanya, tweet dan klaim tersebut tidak pernah dibagikan dan bukanlah pesan asli dari akun twitter Trump.

The claim

“My Blood is the Vaccine !!!,"

TERJEMAHAN: “Darahku adalah vaksinnya !!!,"

Rated Hoax by Satgas COVID-19 Hoax Buster.

What the fact-checkers found

Beredar cuitan Twitter yang mengatasnamakan akun Twitter Donald Trump. Dengan klaim “Darah saya adalah vaksinnya," Berdasarkan hasil penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Melansir dari Snopes pada bulan Oktober 2020, berita tentang Presiden AS Donald Trump tertular COVID-19 menyebabkan gebrakan di mana-mana dan membuat semua orang terpaku di layar mereka atau di media sosial tentang berita pembaharuan kesehatannya.

Trump menjalani perawatannya di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed dan kembali ke Gedung Putih empat hari setelah dirawat. Di tengah hal tersebut banyak juga berita palsu yang beredar secara online Salah satunya adalah tangkapan layar tweet dari akun Donald Trump yang berbunyi, “Darahku adalah vaksinnya !!!," Dan anehnya, itu adalah tweet palsu, tweet tersebut diedit oleh seseorang untuk menyampaikan klaim palsu tentang Presiden AS.

Tweet tersebut tidak pernah dibuat dari akunnya dan kemungkinan besar merupakan karya edit yang menjadi viral.

Pengguna media sosial menganggap postingan ini masuk akal karena beredar pada waktu yang sama Trump memposting lusinan pesan di Twitter, beberapa di antaranya berisi pernyataan yang meragukan tentang COVID-19, seperti pada tanggal 6 Oktober 2020, Trump mentweet bahwa “COVID-19 kurang mematikan daripada flu," Twitter menyembunyikan tweet tersebut sehingga pemirsa harus mengklik “lihat" untuk membacanya.

Peringatan sekarang juga dilampirkan: “Tweet ini melanggar Peraturan Twitter tentang penyebaran informasi yang menyesatkan dan berpotensi berbahaya terkait dengan COVID-19. Namun, Twitter telah menetapkan bahwa mungkin demi kepentingan publik agar Tweet tetap dapat diakses".

Beberapa outlet berita juga menerbitkan artikel tentang beragam tweet yang di posting Trump, namun tidak menyebutkan diantaranya satupun tweet “Darahku adalah vaksinnya !!!," Tweet ini tidak muncul di timeline Trump dan bahkan tidak ada di arsip. Sepertinya itu dibuat sebagai lelucon yang menjadi viral, di tengah banyaknya tweet yang dibuat Presiden AS saat itu.

Dengan demikian, postingan Trump dengan tweet “Darahku adalah vaksinnya !!!," tersebut dapat dikategorikan sebagai konten yang menyesatkan. Faktanya, tweet dan klaim tersebut tidak pernah dibagikan dan bukanlah pesan asli dari akun twitter Trump.

Where it circulated

Sources and references

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →