[SALAH] Erdogan Tak akan Tutup Mesjid di Turki Selama Pandemi Covid-19
Archived here with a link to the original.
Posting-an dari akun facebook Boss inggris adalah keliru. Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat.
What the fact-checkers found
Beredar di media sosial berupa gambar presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan disertai narasi yang mengklaim bahwa Turki tidak akan menutup masjid selam pandemi covid-19. gambar itu pun beredar di media sosial dan dibagikan oleh salah satu akun facebook bernama Boss inggris pada 6 April 2020.
Setelah ditelusuri, dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Dewan Tertinggi Urusan Agama Direktorat Agama Turki telah mengeluarkan fatwa untuk menghentikan salat berjamaah di semua masjid pada 16 Maret 2020 hingga ancaman virus berakhir, termasuk salat Jumat. Keputusan Direktorat Agama Turki itu pun dipasang di pintu masuk masjid-masjid. Bahkan, di Ankara, ibu kota Turki, petugas kepolisian ditempatkan di depan masjid untuk mencegah warga masuk.
Meskipun begitu, azan tetap dikumandangkan. Setelah azan, sebuah pengumuman dibacakan, “Mari kita berdoa di rumah atau tempat kerja untuk melindungi bangsa kita dari epidemi ini. Semoga Allah melindungi kita, negara kita, bangsa kita, dan seluruh umat manusia dari penyakit dan kemalangan ini." Salah satu masjid yang dikunjungi oleh Anadolu Agency, Masjid Eyup Sultan di Istanbul, dikunci pada hari Jumat. Langkah-langkah keamanan juga diambil di sekitar masjid.
Warga yang mendekati masjid serta makam yang berada di masjid tersebut ditolak oleh penjaga keamanan. Kepala Direktorat Agama Turki, Ali Erbas, mengatakan bahwa untuk menggantikan salat Jumat, warga dapat melakukan salat zuhur. Adapun pada 19 Maret 2020, karena ancaman virus semakin besar, Direktorat Agama Turki memutuskan untuk menutup masjid pada malam Isra Miraj.
Dilansir dari Republika.co.id, Erbas mengatakan bahwa penghentian salat berjamaah di masjid ini akan dilakukan hingga risiko wabah virus Corona Covid-19 berakhir. Namun, menurut Erbas, masjid akan tetap terbuka untuk salat pribadi. Selain masjid-masjid, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai respons atas penyebaran virus Corona. Menurut laporan media setempat, gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul.
Akhir Maret lalu, pemerintah Turki telah menginstruksikan warganya yang berusia lebih dari 65 tahun serta yang menderita sakit kronis untuk tinggal di rumah. Erdogan juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota termasuk Istanbul bagi semua kendaraan, kecuali untuk transit dan pemasokan produk pangan, kesehatan, dan sanitasi untuk mengatasi penyakit ini.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] "Tidak ada mesjid yang akan ditutup di Turki dari ancaman virus corona"
Hoaks lama beredar kembali. Faktanya, pada tahun 2020 Sejak 16 Maret 2020, pemerintah Turki telah menutup masjid untuk kegiatan salat berjamaah, termasuk salat Jumat dan Isra Miraj.
(DISINFORMASI) Video: Bantuan Turki Kepada Rohingya Sudah Datang, Erdogan Bukan Aktor Pencitraan
Pada link sumber terdapat foto dengan caption ‘Erdogan bersama Muslim Rohingya.’ Setelah ditelusuri, salah satu sumber foto berasal dari ‘Daily Sabah’ edisi 15-16-2016 tentang kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt Çavuşoğlu ke Myanmar.
[DISINFORMASI] Habib Rizieq Diundang oleh Presiden Erdogan Dijemput Pesawat Kepresidenan dan Dikawal Pesawat Tempur Turki
[BERITA] "CEK FAKTA: Presiden Turki Erdogan Tak Akui Kemenangan Jokowi di Pilpres?"
“Teks dalam artikel ”Info Dari Turki : Erdogan Tidak Pernah Akui Kemenangan Jokowi” tersebut merupakan hasil menjiplak artikel media terverifikasi Dewan Pers, yakni Detik.com pada hari Kamis (18/4).