✕HoaxIndonesian

[SALAH] Foto Seorang Petani Kuba Dieksekusi karena Menolak Bekerja untuk Rezim Fidel Castro

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 1 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

“Komunisme!”

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

“Foto ini memenangkan penghargaan Pulitzer pada tahun 1960. Foto ini menunjukkan seorang pendeta melayani ritual pengakuan dosa terakhir untuk seorang petani Kuba, yang memiliki sebuah lahan. Ia menolak bekerja untuk rezim Castro. Ia dieksekusi oleh regu tembak setelah “diadili” oleh Che Guevara selama 4 menit. Anda tidak akan pernah melihat foto ini di baju apapun.”

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

Bukan foto seorang petani Kuba yang dieksekusi karena menolak bekerja untuk rezim Castro, melainkan foto seorang tentara berpangkat kopral yang bertugas di bawah kepemimpinan penguasa Kuba sebelumnya, Fulgencio Batista, yang akan dieksekusi.

Akun Twitter dengan nama pengguna Objectivist mengunggah sebuah foto yang menunjukkan seorang pria tengah berlutut di hadapan seorang pendeta dan sekelompok orang yang membawa senjata api. Dalam foto tersebut juga terdapat keterangan yang menyatakan bahwa pria tersebut merupakan seorang petani Kuba yang dieksekusi karena menolak bekerja untuk rezim Fidel Castro.

Berdasarkan hasil penelusuran, pria dalam foto tersebut bukan merupakan seorang petani Kuba yang dieksekusi karena menolak bekerja untuk rezim Castro, melainkan seorang tentara berpangkat kopral yang bertugas di bawah kepemimpinan penguasa Kuba sebelumnya, Fulgencio Batista, yang tengah melakukan ritual pengakuan dosa terakhirnya sebelum dieksekusi.

Foto tersebut merupakan hasil karya seorang fotografer yang bekerja di media United Press International, Andrew Lopez. Foto serupa dengan deskripsi sebenarnya dapat dilihat di situs resmi Penghargaan Pulitzer, pulitzer.org.

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna Objectivist tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

Where it circulated

Sources and references

  1. 1
  2. 2
  3. 3

    Penulis: Khairunnisa Andini

  4. 4

    Editor: Bentang Febrylian

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message