✕HoaxIndonesian

[SALAH] Foto "Ternyata China Telah Membangun Persenjataan Militer Di Natuna, Dengan Senjata Mengerikan.."

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Bukan di Natuna, Kepulauan Riau. Faktanya foto pangkalan militer Tiongkok itu terletak di Kepulauan Spratly yang berjarak sekitar 1.120 kilometer dari Natuna berdasarkan hitungan Google Map.

.

“Pantas aja China berani memasuki wilayah kedaulatan rakyat Indonesia Krn pulau NKRI kita Uda di kuasai China dan pemimpin kepala negara aja GK bisa tegas Krn Uda ada pangkalan militer China membangun pangkalan militer di wilayah NKRI Krn China Uda kasih banyak pinjaman ke kepala pemerintahan nya jadi gtu satu persatu pulau di caplok”

Di gambar yang unggah, terdapat narasi :

“Ternyata China Telah Membangun Persenjataan Militer Di Natuna, Dengan Senjata Mengerikan..”

Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Tiongkok telah membangun pangkalan militer dengan dilengkapi persenjataan mengerikan di Natuna, Kepulauan Riau, adalah salah. Faktanya foto tersebut memang benar pangkalan militer Tiongkok namun lokasinya di Kepulauan Spratly, salah satu gugusan pulau di Laut Tiongkok Selatan.

Foto itu direkam pada 9 Maret 2017 melalui citra satelit dan dirilis oleh Asia Martitim Transparency Initiative (AMTI). Lembaga kajian pakar ini bagian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington DC, AS.

Hal itu seperti dilansir Kompas.com dengan judul “Pangkalan Militer China di Laut China Selatan Siap Digunakan” pada 29 Maret 2017. Dalam artikel itu disebutkan Tiongkok memiliki tiga pangkalan militer berskala besar yang telah selesai dibangun di Laut Tiongkok Selatan. Terdiri dari pangkalan angkatan laut, udara, radar, dan fasilitas pertahanan rudal.

Kemudian Tiongkok juga telah memasang rudal HQ-9. Selain itu, Tiongkok juga telah membangun hanggar untuk 72 pesawat tempur dan beberapa peluncur bom yang lebih besar.

“Beijing sekarang dapat menggeser aset-aset militernya, termasuk pesawat tempur, dan peluncur-peluncur dual bergerak, ke Kepulauan Spratly kapan saja,” kata AMTI.

Merujuk Google Map, jarak Kepulauan Spratly ke Natuna, Kepulauan Riau adalah 1.120 kilometer. Atau hampir setara dengan jarak Jakarta-Bali (1.155 kilometer) via Jalan Raya Pantura.

Where it circulated

https://perma.cc/VF7M-ZYF7 (Arsip) – Sudah dibagikan 24 kali saat tangkapan layar diambil.

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Hadapi Ancaman STM, Pakar Intelejen: Densus 88 Harus Segera Tingkatkan Kemampuan Dan Persenjataan"

Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika). Tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan berita milik rmol.id yang berjudul “Hadapi Ancaman CBRN, Pakar Intelejen: Densus 88 Harus Segera Tingkatkan Kemampuan Dan Persenjataan”…

TurnBackHoax (MAFINDO)Oct 17, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Setelah Dikomfirmasi, Jokowi Sebut China Hanya Mengejar Ikan yang Lari ke Indonesia Melalui Natuna, Jadi Bukan Mencuri"

Artikel suntingan. Tak ada bukti yang mendukung klaim bahwa Presiden Joko Widodo menyebut, nelayan China bukan mencuri ikan, namun mengejar ikan yang lari ke perairan Indonesia. Selain situs operainff[dot] blogspot.com, tak ada media lain yang mengabarkannya.

TurnBackHoax (MAFINDO)Jan 11, 2020
✕Hoax
Indonesian

(HOAX+HASUT) Minoritas Muslim Disiksa Otoritas Militer Myanmar

Video kekerasan oknum bersenjata kepada sekumpulan anak muda itu bukanlah kekerasan terhadap umat Muslim di Myanmar. Video tersebut merupakan aksi kekerasan anggota organisasi sayap militer dari Karen National Union (KNU) terhadap terduga pecandu dan pengedar…

TurnBackHoax (MAFINDO)Nov 21, 2016
✕Hoax
Indonesian

[HOAX] Kepulauan Natuna Dicaplok China, Pemerintah Diam Saja?

Yang masuk dalam Nine Dash Line-nya China BUKAN kepulauan Natuna, tapi sebagian perairan yang masuk dalam Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia. Dan pemerintah, baik yang dahulu ataupun sekarang, tidak diam saja.

TurnBackHoax (MAFINDO)Nov 19, 2015