✕HoaxIndonesian

[SALAH] Gambar artikel Kompas Berjudul “Kapolda Jateng : Kami menahan 64 orang aksi radikalis anarkis warga Wadas purworejo, yang ganggu proyek PT. Beijing Xi Wen”

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 1 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

The claim

“Kapolda Jateng : Kami menahan 64 orang aksi radikalis anarkis warga Wadas purworejo, yang ganggu proyek PT. Beijing Xi Wen

Tidak ada toleransi bagi warga Wadas radikalis anarkis”

Rated Hoax by TurnBackHoax (MAFINDO).

What the fact-checkers found

Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).

Hal tersebut tidak benar. Faktanya, setelah dicek pada Kompas.com artikel judul “Kapolda Jateng : Kami menahan 64 orang aksi radikalis anarkis warga Wadas purworejo, yang ganggu proyek PT. Beijing Xi Wen” tidak ditemukan.

Akun Facebook Abdul Rohim pada grup PLANGA PLONGO memposting sebuah gambar tangkapan layar salah satu artikel milik Kompas.com. Judul artikel tersebut adalah “Kapolda Jateng : Kami menahan 64 orang aksi radikalis anarkis warga Wadas purworejo, yang ganggu proyek PT. Beijing Xi Wen”.

Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “Kapolda Jateng : Kami menahan 64 orang aksi radikalis anarkis warga Wadas purworejo, yang ganggu proyek PT. Beijing Xi Wen” di website Kompas.com tidak ditemukan artikel dengan judul tersebut. Lebih lanjut, melansir dari CNN Indonesia 66 Warga Desa Wadas telah dipulangkan. Informasi tersebut terdapat dalam artikel yang berjudul “66 Warga Desa Wadas Dibebaskan dan Diberi Sembako oleh Polisi” pada Rabu 9 Februari 2022.

Dengan demikian, gambar tangkapan layar yang diunggah Abdul Rohim tidak benar. Saat dicek pada Kompas.com artikel dengan judul tersebut tidak ditemukan, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message