✕HoaxIndonesian

[SALAH] Jokowi Bilang “PKI Tidak Bersalah, apalagi Mengancam”

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Kabar bahwa Jokowi menyatakan ‘Sejarah Aslinya, PKI Itu Tidak Bersalah Apalagi Mengancam, Yang Berbahaya Itu Islam Radikal’ adalah keliru. Informasi keliru itu juga dibumbui konteks yang lain dari teks sambutan yang disampaikan Jokowi. Selengkapnya di bagian PENJELASAN.

Kabar tentang pernyataan Jokowi itu termuat melalui judul artikel dan teks di badan artikel. Judul artikelnya adalah “Sejarah Aslinya, PKI Itu Tidak Bersalah Apalagi Mengancam, Yang Berbahaya Itu Islam Radikal”.

Dalam alinea kedua teksnya tertulis: “Presiden Joko Widodo menilai bukan komunisme, komunis tidak pernah salah menurut sejarah aslinya justru mereka korban, justru radikalisme dan faham garis keras yang menjadi ancaman terbesar buat dasar negara”. Artikel itu terbit pada 2 Januari 2018.

Artikel juga memberitahu bahwa ucapan Jokowi disampaikan dalam kesempatan sambutan resmi pada Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia di Bali, 26 September 2017 lalu.

1. Arsip resmi Sekretariat Kabinet

Menurut informasi dalam artikel di atas, pernyataan Jokowi dinukil dari sambutan resmi pada acara Penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Indonesia di Peninsula Island, Nusa Dua Bali, 26 September 2017. Kebetulan, arsip transkrip sambutan dan tanya jawab dalam acara itu tersimpan secara digital pada situsweb Sekretariat Kabinet (Setkab).

2. Kabar yang Salah

Dengan membaca arsip transkrip sambutan resmi, tidak ditemukan fakta bahwa Jokowi pernah menyatakan sesuatu terkait PKI pada momen pidato itu. Bahkan, ia pun tidak menyinggung sama sekali isu Islam radikal selama keseluruhan sambutan. Artinya, media online pada 2 Januari 2019 itu telah memuat konten yang salah.

Adapun bahasan radikalisme dalam sambutan itu berkonteks pada persoalan ‘ideologi radikalisme’ dalam situasi lembaga perguruan tinggi di Indonesia. Artinya, artikel media online pada 2 Januari 2019 turut membuat kesalahan konteks informasi.

Jokowi, dalam acara itu, menyatakan ungkapan prihatin sekaligus meminta sikap dan tanggapan aktif dari lembaga-lembaga yang ada. Ihwal ini dapat dilihat dalam alinea kesebelas teks resmi pidato Jokowi.

3. Arsip Video Pembanding

Pembaca pun dapat melihat arsip audio-visual yang tersimpan dalam platform YouTube. Arsip audio-visual milik seorang pengguna YouTube ini menampilkan dokumentasi Jokowi saat memberi sambutan pada 26 September 2017.

Kesimpulan:

Bisa disimpulkan bahwa kabar yang termuat dalam artikel di portal media online itu adalah disinformasi. Ia terindikasi kuat ditulis secara sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu. Rumor terkait PKI ini kerap menjadi senjata dalam kampanye hitam pemilu.

Where it circulated

https://web.archive.org/web/20190103053535/https://www.oposisi.net/2019/01/jo… ( Situs sudah tidak bisa di kunjungi, namun jejak digitalnya masih bisa dilihat )

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →