✕HoaxIndonesian

[SALAH] Kapolri : Masyarakat boleh di tembak

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 2 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Video berdurasi 9 detik tersebut sudah diedit dan dipotong. Video yang asli berdurasi sekitar 15 detik. Dalam video asli, yang dimaksud Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah “orang bawa parang mau membunuh masyarakat” yang identik dengan anggota geng motor yang bawa parang kalau beraksi. Jadi bukan “boleh menembak masyarakat” tapi “boleh menembak orang yang ingin membunuh masyarakat”. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

Dalam video ini, terdengar ucapan Kapolri sebagai berikut;

“..masyarakat boleh ga ditembak?”

Lalu dijawab oleh anggota yang berdiri di hadapannya dengan jawaban;

“siap, boleh Jenderal”

Video ini kemudian beredar dengan narasi yang kurang lebih sebagai berikut :

“Masyarakat boleh di tembak….

Di tembak pake senjata yang di beli oleh uang masyarakat…..”

Salah satu sumber yang membagikan video ini adalah akun MEME Comic politik ( facebook.com/memecomicpolitik ).

Berdasarkan hasil penelurusan, ternyata video berdurasi 9 detik tersebut sudah mengalami proses penyuntingan.

Video berdurasi lebih lama, yaitu sekitar 15 detik diunggah oleh akun Herry Potlot ( facebook.com/bchaumzibril ) di grup BERITA SEKITAR KARAWANG (berseka) ( facebook.com/groups/beritasekitarkarawang/ ) pada tanggal 16 Mei 2019 dengan narasi;

“Lg rame gangster.

Ini tindakan polisi..”

Dalam video ini, terdengar ucapan Kapolri sebagai berikut:

“Saya mau tanya, kalau di lapangan tiba-tiba ada orang bawa parang mau membunuh masyarakat, boleh enggak ditembak?”

“Siap boleh jendral!” jawab anggota Brimob tersebut.

Orang yang membawa parang yang disebut Kapolri identik juga dengan geng motor yang bawa parang kalau beraksi.

Beberapa waktu belakangan, geng motor memang membuat resah warga Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

Enggak main-main, geng motor untuk melancarkan aksinya sambil membawa senjata tajam, seperti celurit, parang, samurai, golok, gergaji es dan senjata tajam lainnya.

Salah satu korban adalah pemuda 15 tahun bernama Danu Tirta. Dia harus meregang nyawa saat ikut konvoi Sahur On The Road (SOTR) bersama rekan-rekannya, pada Sabtu (18/5/2019), sekira pukul 01.05 WIB, dini hari.

Awalnya, Danu ikut konvoi SOTR menggunakan motor berboncengan dengan adiknya. Namun, Danu tertinggal rombongan SOTR di Jalan Dr Satrio tepatnya di depan Vihara, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] PERGERAKAN MIRIP ’98’

Postingan ini berisi penjelasan dari pihak Kepolisian guna menanggapi informasi yang tengah beredar di kalangan masyarakat melalui pesan berantai whatsapp, yakni sebuah pesan yang menyebut akan adanya gerakan yang mirip dengan gerakan ’98’ di beberapa daerah…

TurnBackHoax (MAFINDO)Apr 18, 2019
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Masuk Kota Sukabumi Harus Memiliki Surat Keterangan dari Kepolisian Domisili"

Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila). Beredar pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi pengumuman bahwa para pengunjung yang ingin masuk Kota Sukabumi harus memiliki Surat Keterangan dari kepolisian…

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 27, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] “Karena Trauma dan Paranoid, Polisi Bisa Langsung Tembak Jika Kabur Saat Razia”

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen M. Iqbal membantah isu yang mengatakan karena kondisi psikis polisi yang cenderung paranoid dari trauma berbagai peristiwa terakhir, jika masyarakat kabur dari razia polisi, maka bisa langsung…

TurnBackHoax (MAFINDO)May 17, 2018
✕Hoax
Indonesian

Pernyataan Kapolri mengimbau masyarakat untuk tidak meniru sikap pengecuti Rizieq Shihab

Beredar berita mengenai pernyataan Kapolri mengimbau masyarakat untuk tidak meniru sikap pengecut Rizieq Shihab adalah HOAX. . Diimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pemberitaan yang belum dipastikan kebenarannya. . Be Smart Netizen.

Stophoax.idFeb 24, 2018