[SALAH] Nama Jokowi Masuk Daftar Klien Konsultan Asing Stanley Greenberg
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Sejauh ini tidak ada bukti yang menguatkan tuduhan bahwa Jokowi menggunakan jasa konsultan asing bernama Stanley Greenberg dalam kontestasi Pilpres 2014 dan Pilpres 2019.
Bantahan telah disampaikan Jokowi sendiri, pihak TKN Jokowi-Ma’ruf, juga Stanley Greenberg melalui surat elektroniknya pada Liputan6.com dan Tempo.co. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Pada 6 Februari 2019, Liputan6.com mencoba mengklarifikasi kabar yang beredar tersebut ke Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf. Klarifikasi dari pihak TKN dimuat dalam artikel berjudul, ‘TKN Bantah Gunakan Jasa Konsultan AS Stanley Greenberg untuk Menangkan Jokowi’.
Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding membantah tudingan penggunaan jasa konsultan asing, Stanley Greenberg tersebut.
“Saya tidak pernah mendengar atau melihat ada konsultan asing yang menjadi konsultan Pak Jokowi. Perlu dicek berita yang menyampaikan itu, jangan-jangan juga hoaks. Jangan-jangan editan,” ucap Karding dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/2/2019).
Sementara itu Jubir Jokowi-Ma’ruf lainnya, Ace Hasan Syadzily mengatakan tudingan Jokowi menggunakan jasa konsultan asing adalah isu daur ulang. Menurutnya, tudingan Jokowi menggunakan jasa Greenberg juga pernah muncul dalam Pilpres 2014.
“Itu tidak laku karena memang hoaks, fiksi dan tidak berdasarkan fakta. Tahun 2019, BPN mengangkat isu hoaks ini karena mereka terdesak oleh opini publik bahwa Prabowo menyewa banyak konsultan asing,” jelas Ace kepada Liputan6.com.
Jokowi juga membantah tudingan tersebut. “He he he, hoax. Itu dijawab. Nggak perlu dijawab,” ujar Jokowi seusai menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2019 di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019), seperti dikutip dari Detik.com.
Liputan6.com berupaya menghubungi Stanley Greenberg melalui surat elektronik pada Kamis 7 Februari 2019.
Kami meminta klarifikasi ahli strategi politik tersebut, terkait apakah ia menjadi konsultan politik Jokowi dalam Pilpres 2019 dan 2014 seperti yang tertera dalam situs https://www.political-strategist.com/contributors/stanley-b-greenberg/
Stanley Greenberg membantah keterlibatannya dengan Jokowi. “Saya tidak pernah bekerja untuk Bapak Widodo dalam hal apapun,” kata dia dalam balasan email bertanggal Sabtu, 9 Februari 2019.
Ia juga membantah apa yang tertera dalam situs www.political-strategist.com.
“Situs tersebut tidak akurat dan tidak sama sekali berafiliasi dengan saya,” tambah dia. “Informasi akurat terkalit klien-klien kami diungkap dalam situs resmi: https://www.greenbergresearch.com/.”
Where it circulated
https://www.political-strategist.com/contributors/stanley-b-greenberg/
Apa yang dikemukakan dalam situs tersebut kemudian diberitakan sejumlah pihak di Indonesia.
Beberapa contohnya;
1. https://www.portal-islam.id/2019/02/terungkap-nama-jokowi-masuk-daftar.html
2. http:// https://politik.rmol.co/read/2019/02/05/377499/Nama-Jokowi-Masuk-Daftar-Klien…
Penelusuran Liputan6.com, kabar bahwa Jokowi menggunakan konsultan asing juga pernah beredar di tengah ajang Pilpres 2014 lalu.
http://www.voa-islam.com/read/intelligent/2014/02/09/28782/mafiawar-18-stanle…
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[HOAKS] Stan Greenberg Menjadi Konsultan Politik Jokowi
Sebuah kabar mengejutkan beredar di media sosial mengenai pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf yang menggunakan jasa konsultan asing, Stanley Greenberg.
[KLARIFIKASI] Polemik Penggunaan Jasa Konsultan Asing Stan Greenberg
Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini. KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo dikabarkan menggunakan jasa konsultan politik asal Amerika Serikat, Stanley Bernard Greenberg, menjelang Pemilihan Presiden 2019.