✕HoaxIndonesian

[SALAH] "Pak Jokowi yang Nyuruh Orang Tidak Sholat Jum'at"

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO UP) Bukan Pak Jokowi yang meniadakan salat Jumat di masjid. Peniadaan sholat Jumat berjamaah di masjid, berdasarkan Fatwa MUI yang dikhususkan untuk kawasan dengan potensi penularan tinggi…

The claim

“Ini DAJJAL indonesia 😠 CUMAN GARA² VIRUS CORONA,Kok Sholat Jum’at Ditiadakan sih,Pemerintah Macam Apa Kau ini Pak Jokowi Alias (Dajjal), KIAMAT Akan Datang Bila Tempat Suci Allah Tidak Ada Penghuni,Tidak Ada Yg Beribadah DiMasjid,Kok Malah Pak Jokowi Alias (Dajjal) Yang Nyuruh Orang Tidak Sholat Jum’at :v Dari Jaman Rasullah SAW,Tidak Ada Yg Namanya Sholat Jum’at Ditiadakan.

MAKANYA PAK JOKOWI / DAJJAL Mikir Dulu Sebelum Bertindak ANJing, Percuma Jadi Presiden Tapi Otak Mu Tidak Berfikir Panjang :v Virus CORONA itu sebernarnya Makhluk Tak Kasat Mata,Berarti Bersekongkol dengan (Jin) ataupun (Setan) Yang Meruntuhkan Agama ISLAM kita,Yang Membuat Kita Lalai Beribadah Kepada Allah SWT ,Jadi Yg Tidak Kuat Iman nya,Tidak Kuat Fisik Nya ,Virus Tersebut Akan Mudah Masuk Ketubuh Kita. MakanyaMikir²DuluYaPakJokowi OtakTolongDiPakaiBenar²"

Rated Hoax by Satgas COVID-19 Hoax Buster.

What the fact-checkers found

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Presiden Joko Widodo yang meniadakan sholat Jumat berjamaah di masjid adalah klaim yang tidak benar. Peniadaan salat Jumat berjamaah di masjid pada kawasan yang potensi penularannya tinggi berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14/2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19 yang diterbitkan pada Senin (16/3/2020). Melalui laman mui.or.id.

Berikut 9 Poin Fatwa MUI terkait Ibadah saat pandemi virus Corona COVID-19: Sementara itu, foto Presiden Jokowi yang diunggah oleh akun Nabila Putri melalui Facebook adalah hasil manipulasi dari foto yang diambil oleh Adam Ferguson dan diunggah di situs time.com pada 15 April 2015. Unggahan tersebut membahas Presiden Jokowi yang masuk kedalam 100 Tokoh paling berpengaruh di Dunia tahun 2015.

Melalui penjelasan di atas, bukan Presiden Jokowi yang meniadakan salat Jumat berjamaah di masjid. Namun, peniadaan salat Jumat di masjid berjamaah mengikuti arahan Fatwa MUI yang secara khusus mengatur kawasan dengan potensi penularan tinggi terkait pandemi virus COVID-19 di Indonesia. Maka konten yang beredar di Facebook tersebut dapat masuk ke dalam kategori Misleading Content atau Konten yang menyesatkan.

Where it circulated

Sources and references

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message