[SALAH] "Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, mantan polisi, agama kristen protestan"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Gambar EDITAN. Kompas.com tidak pernah memuat artikel dengan judul seperti di klaim tersebut. Foto pria yang memegang kertas, yang terdapat dalam gambar tersebut, juga merupakan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, bukan aksi bom Gereja Katedral Makassar.
“Pelakunya, mantan polisi, agama kristen protestan.
Allah telah menunjukan yang benar.
Alhamdulillah..”
Gambar itu berisi tangkapan layar artikel yang seolah berjudul “Argo Yuwono: Salah satu pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah di pecat”. Artikel yang seolah terbit pada 29 Maret 2021 pukul 17.05 ini dilengkapi dengan foto Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono. Dalam artikel itu, tercantum pula logo media Kompas.com.
Selain artikel tersebut, gambar itu berisi dua foto pria. Pria pertama terlihat berjenggot dan mengenakan serban serta pakaian coklat. Sementara pria kedua tampak memegang kertas yang bertuliskan “Nama: Bernard Silalahi, Tempat/Tgl Lahir: Medan 25 Desember 1988, Agama: Protestan, Pekerjaan: Exs. Intel Polres Makassar”.
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya gambar artikel Kompas.com berjudul “Argo Yuwono: Salah satu pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah di pecat” dan foto pria yang diklaim sebagai pelaku yang mantan polisi, beragama kristen protestan merupakan konten yang dimanipulasi.
Faktanya, gambar itu merupakan gambar editan. Kompas.com tidak pernah memuat artikel dengan judul seperti di klaim tersebut. Foto pria yang memegang kertas, yang terdapat dalam gambar tersebut, juga merupakan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber, bukan aksi bom Gereja Katedral Makassar.
1. Tangkapan layar artikel.
Berdasarkan penelusuran terhadap indeks berita Kompas.com pada 29 Maret 2021 pukul 17:05 WIB, tidak terdapat artikel dengan judul “Argo Yuwono: Salah satu pelaku Bom Gereja Katedral Makassar, adalah eks anggota intel yang telah di pecat”.
Hanya 2 artikel yang berjudul “Ada Pagar Pembatas antara Rumah Hotma Sitompoel dan Desiree Tarigan” dan “5 Gunung di Swiss yang Bisa Dikunjungi dengan Cable Car” yang diterbitkan oleh Kompas.com pada pukul 17:05 WIB.
2. Foto pria yang memegang kertas.
Dilansir dari Tempo, untuk melacak jejak digital foto tersebut, Tim CekFakta Tempo menggunakan reverse image tool Source. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa foto pria yang memegang kertas itu merupakan pelaku penyerangan ulama Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada September 2020 lalu. Foto yang identik pernah dimuat oleh media Riaunews.com pada 17 September 2020 dalam artikelnya yang berjudul “Polisi sebut penusuk Syekh Ali Jaber pemain tunggal, tidak disuruh”.
Namun, dalam foto tersebut, tulisan yang tercantum adalah sebagai berikut:
“N: ALPIN ANDRI BIN M RUDI
KASUS: PENUSUKAN SYEH ALI JABER
TGL: 13-09-2020″
Tulisan itu pun merupakan tulisan tangan, bukan hasil cetakan seperti yang digunakan dalam gambar yang beredar. Dengan demikian, foto yang terdapat dalam gambar yang beredar tersebut adalah hasil suntingan.
3. Pelaku Aksi Bom di Gereja Katedral Makassar
Sementara itu, dilansir dari Tempo, Polri menyebut bahwa pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami-istri.
“Betul, pelaku pasangan suami-istri, baru menikah enam bulan,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono pada 29 Maret 2021.
Pasangan suami-istri itu, L dan YSF alias D, melakukan aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad pagi, 28 Maret 2021. Akibat ledakan bom itu, 20 petugas keamanan dan jemaah gereja luka-luka. L dan YSF diketahui merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diduga terlibat dalam pengeboman di Jolo, Filipina Selatan, pada 2019.
Where it circulated
https://archive.ph/O5SIJ (Arsip)
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Mahfud MD: Pelaku Bom Gereja Katedra Makassar 3 Oknum Polisi Suku Batak, Hobi Mabuk Miras, Beragama Protestan, Yang Sakit Hati Karena Dipecat
Tangkapan layar palsu. berdasarkan penelusuran melalui index berita kompas.com pada tanggal dan jam yang tertera pada tangkapan layar tidak terdapat pemberitaan seperti itu.
[DISINFORMASI] “Mengerikan Lihat Video Ini: Agama Baru yang Meniru Islam”
(1) Video pertama adalah video konser “The Symphony of My life” yang diadakan di 3 Desember 2011: “TITAH merupakan karya Fero Aldiansya yang khusus diciptakan untuk konser ini.
[HOAKS] Aku dan Keluargaku Sudah Merakit BOM Agar Mati Presiden JOKO WIDODO Anjing. Gereja siap-siap di BOM kristen babi kafir
Telah beredar dan disebarluaskan postingan facebook atas nama jariah sitorus yang menuliskan bahwa dirinya telah merakit bom untuk presiden joko widodo, dan akan mengebom gereja.
[SALAH] “Ternyata Mbak Dita Ini Mantan Kristen Menjadi Mualaf”
Pertama, Dita adalah laki-laki dengan nama lengkap Dita Oepriarto, jadi tidak tepat disebut dengan “mbak”. Kedua, sudah beragama Islam sejak SMA, jadi kurang tepat jika disebut sebagai mualaf.