[SALAH] "Pemberitahuan Kementerian Kesehatan: Metode pencegahan virus Corona dengan Minum Air Hangat"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Kementerian Kesehatan menyatakan tidak pernah mengeluarkan informasi tentang pencegahan infeksi virus Corona 2019-nCoV tersebut kepada masyarakat. “Tidak pernah ada,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, kepada Tim CekFakta Tempo pada Rabu, 28 Januari 2020.
Begitu pula dengan informasi mengenai 19 daerah di Indonesia yang waspada virus Corona, Anung membantahnya. “Tidak ada rilis dari Kemenkes dengan narasi tersebut,” kata Anung.
Adapun imbauan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kepada masyarakat sebelumnya adalah menjaga diri dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Berperilaku hidup sehat dapat dilakukan dengan melakukan hal sederhana, seperti cuci tangan memakai sabun sebelum makan.
Alasannya, berbagai jenis virus, tak terkecuali virus Corona, bisa menempel pada benda yang dipegang. Terawan juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, melakukan aktivitas fisik, dan segera periksa ke dokter jika mengalami gejala flu, demam, gangguan pernapasan, dan sakit tenggorokkan.
“Yang perlu disadari benar adalah penting untuk menjaga kesehatan sendiri karena itu pencegahan yang paling baik dan murah. Jaga kesehatan sendiri, imunitas, sehingga tidak akan ketularan,” kata Terawan di Gedung Kemenkes, Jakarta, pada 27 Januari 2020.
Berdasarkan penelusuran Tempo, pesan berantai tentang pencegahan infeksi virus Corona tersebut tidak hanya beredar di Indonesia. Pesan yang ditulis dalam bahasa Inggris itu juga beredar di India melalui WhatsApp dan Facebook.
Dikutip dari situs organisasi cek fakta India, Boom Live, kabar bahwa Kemenkes India mengeluarkan pemberitahuan darurat kepada publik tentang pencegahan virus Corona adalah tipuan. Sejauh ini, Kemenkes India hanya mengeluarkan travel advisory untuk orang-orang yang bepergian ke Cina, yang menjadi pusat penyebaran virus Corona.
Menurut Boom Live, para ahli kesehatan menyarankan masyarakat memakai masker untuk mencegah penularan lewat udara. Boom Live juga menyebut tidak ada penelitian atau saran dari negara mana pun tentang “tenggorokan kering” atau “hanya minum sejumlah air”. Virus Corona pun tidak bisa dikaitkan dengan makanan pedas atau kekurangan vitamin C karena klaim ini tidak didukung secara ilmiah.
Where it circulated
https://perma.cc/B7LB-5RLP (Arsip) – Sudah dibagikan 67 kali saat tangkapan layar diambil.
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Campuran Garam dan Air Hangat Mampu Hilangkan Virus Corona
Hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa campuran garam dan air hangat bisa mengeluarkan virus corona atau Covid-19 dari tenggorokan.
[SALAH] Minum Banyak Air dan Berkumur dengan Air Hangat & Garam atau Cuka Dapat Menghilangkan Virus Corona Saat di Tenggorokan
Berkumur beberapa kombinasi air hangat, garam, dan cuka telah lama digunakan sebagai cara menghilangkan gejala yang berhubungan dengan pilek dan flu, seperti sakit tenggorokan, tidak ada bukti bahwa itu dapat membantu menangkal atau mengusir infeksi dari…
[SALAH] Berkumur dengan Air Garam dan Meminum Air Hangat Dapat Membunuh Virus Corona di Dalam Perut
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro). Belum ada bukti ilmiah bahwa kandungan natrium yang terdapat dalam air garam dapat membunuh virus Corona.
[SALAH] Mengonsumsi Air Hangat dan Berkumur Dengan Air Garam Dapat Hilangkan Virus Corona
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya klaim tersebut adalah hoaks lama yang kembali berulang.