[SALAH] Penggunaan Masker dapat Menyebabkan Kematian Akibat Covid-19
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro) Informasi menyesatkan. Penggunaan masker justru akan menyelamatkan orang lain, karena mencegah droplets menyebar melalui pernapasan ketika bersin.
Where it circulated
Facebook https://archive.fo/b9nAX
NARASI (Narasi diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia) “MASKER MENYEBABKAN KEMATIAN KARENA COVID Mengeluarkan virus ketika bernapas dan bersin adalah salah satu mekanisme tubuh kita dalam menangani penyakit (covid). Masker menutupi saluran pernapasan dan membatasi aliran pernapasan. Jadi masker menyimpan banyak virus di saluran pernapasan kita memperbanyak jumlah virus dalam sistem imun kita yang membuat sistem imun harus menghadapi lebih banyak virus karena virus tidak dikeluarkan." (Narasi asli dilampirkan setelah referensi)
PENJELASAN Pada 8 April 2021 sebuah akun Facebook milik Dheeraj D mengatakan bahwa penggunaan masker dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh Covid-19. Narasi dalam unggahan tersebut mengatakan bahwa kematian bisa terjadi karena masker menghalangi virus yang keluar ketika bernafas atau bersin. Akibatnya masker memuat lebih banyak virus, yang menyebabkan sistem imun tubuh harus menghadapi lebih banyak virus karena virus tidak dikeluarkan.
Setelah dilakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Penggunaan masker ketika bersin tidak membuat virus terhirup kembali. Melansir dari laman berita Detik, dr. Jaka Pradipta, seorang dokter spesialis paru RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet mengatakan bahwa masker yang digunakan oleh seseorang ketika bersin hanya membuat masker tersebut infeksius atau memuat banyak virus, sehingga masker perlu diganti.
Hal ini juga mengindikasikan bahwa penggunaan masker ketika bersin tidak membuat kondisi kesehatan seseorang bertambah buruk. Penggunaan masker ketika bersin juga merupakan salah satu etika bersin dan batuk. Melansir dari situs resmi Dinas Kesehatan Kota Padang penggunaan masker merupakan bagian dari etika batuk atau bersin yang benar.
Dengan tidak menggunakan masker ketika batuk atau bersin justru akan membahayakan kesehatan orang lain karena adanya tetesan air atau droplets yang menyebar melalui pernapasan. Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa narasi yang diunggah oleh akun Facebook Dheeraj D tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Sources and references
- 1
(Narasi asli) “MA$KS CAUSE C0VID DEATHS Expelling the virus during normal breathing and sneezing is one of the way our body deals with the disease. Mask covers our respiratory tract and restricts the flow. So it keeps more viru$ in our respiratory tract increasing the load on our immune system as it has to deal with more virus as they haven’t been expelled."
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Memakai Masker Dapat Menyebabkan Kematian Akibat Keracunan Karbon Dioksida (CO2)
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Klaim tersebut tidak benar, memakai master terlalu lama tidak akan menyebabkan keracunan karbon dioksida karena masker telah didesain untuk menyaring udara dari…
[SALAH] Vietnam Tanpa Kasus Kematian Akibat Covid-19 karena Campuran Teh Panas dan Lemon
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya sampai Januari 2021, kasus kematian akibat Covid-19 di Vietnam mencapai angka 35 jiwa. Kecilnya kasus kematian ini tidak ada kaitannya dengan konsumsi campuran teh panas dan lemon.
[SALAH] Campuran Air Panas dan Lemon, Rahasia Vietnam Tak Alami Kasus Kematian Akibat Covid-19
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya sampai hari ini dilaporkan terdapat 84 kasus kematian akibat Covid-19 di Vietnam. Campuran air panas dan lemon juga belum terbukti dapat sembuhkan penderita Covid-19.
[SALAH] COVID-19 Tidak Membuat Orang Meninggal Dunia
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Klaim tersebut tidak benar, berdasarkan data WHO per tanggal 9 Oktober dari 36,4 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia dan sebanyak 1,06 juta jiwa meninggal karena…