[SALAH] Penjualan GeNose C19 Seharga 75 Juta di Facebook
Archived here with a link to the original.
Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Hargo Utomo selaku Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM menegaskan bahwa GeNose belum diprioritaskan untuk skala rumah tangga atau perseorangan dan…
The claim
“Ready GeNose C19 siap kirim-kirim 75jt blm ongkir Sudah ada pembelian 3 unit ke Jakarta Silahkan kalau mau barengan Terimakasih 081239448481 (wa)"
What the fact-checkers found
Beredar sebuah postingan dari akun Facebook Yosua Ega Fakta memposting sebuah narasi berisikan penjualan unit GeNose C19 seharga 75 juta Rupiah. Postingan tersebut diposting pada 4 Februari 2021.
Berdasarkan artikel dari ugm.ac.id yang berjudul “Masyarakat Jangan Terjebak Beli GeNose Lewat Situs Belanja Online" yang dipublikasi pada 2 Februari 2021, Hargo Utomo selaku Direktur Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM menjelaskan adanya pihak-pihak yang mencoba untuk mengambil keuntungan dari GeNose terutama perihal penetapan harga jual. “Di sana terlihat GeNose dijual dengan harga beragam. Ada yang 75, 80 bahkan 90 juta," kata Hargo Utomo.
Ia menegaskan bahwa distribusi GeNose sudah dikelola oleh PT Swayasa Prakarsa dan Harga Eceran Tertinggi (HET) GeNose sebesar 62 juta Rupiah sebelum pajak dan tidak diperbolehkan untuk menjual unit tersebut dengan harga yang lebih tinggi dari HET. Hargo mengimbau agar masyarakat hati-hati dan waspada terhadap tawaran untuk membeli GeNose selain melalui distributor resmi yang ditunjuk.
Pembelian produk GeNose C19 dapat dengan cara mengisi form pada ugm.id/pemesananGeNoseC19 tetapi belum diprioritaskan untuk skala rumah tangga atau perseorangan. Hargo juga menjelaskan GeNose masih memprioritaskan untuk penanggulangan Covid-19 pada layanan kesehatan, rumah sakit, layanan publik, pemerintahan, sekolah, pesantren, kampus dan perusahaan/industri.
Melihat dari penjelasan tersebut, penjualan unit GeNose C19 seharga 75 juta Rupiah adalah tidak benar sehingga termasuk dalam kategori Konten Palsu/Fabricated Content.
Where it circulated
Sources and references
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar message