✕HoaxIndonesian

[SALAH] Tanggal 22 mei pendukung 02 Kepung KPU, Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI

Fact-check by TurnBackHoax (MAFINDO)Published 3 min read

The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.

What the fact-checkers found

Tidak ada ungkapan dari Wiranto yang menyatakan “Biarkan saja pendukung 02 untuk bahan berburu menembak TNI-Polri”. Situs

acktuall[dotblogspot[dot]com adalah situs yang tidak bisa dipertanggung jawabkan judul artikelnya, selain itu, situs ini adalah bagian dari kelompok “OPERAIND” yang sudah sering dilaporkan sebagai situs penyebar informasi hoaks. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

“Tanggal 22 mei pendukung 02 Kepung KPU, Wiranto: Biarkan Saja, Untuk Bahan Berburu Menembak TNI-POLRI”

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pernyataan Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto seperti yang tertulis pada judul artikel di situs tersebut. Tulisan tersebut ternyata adalah tambahan dari penulis artikel tersebut yang menyalin isi berita itu dari situs tribunnews.com.

Berikut adalah salinan lengkap isi artikel dari situs tersebut:

“AKTUALIZER- Menko Polhukam Wiranto pada Kamis (16/5/2019) membuka sekaligus memberikan pengarahan dalam acara Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Grand Paragon Hotel, Jakarta Barat.

Dalam arahannya Wiranto menyampaikan Rakor ini digelar untuk menghindari terjadinya konflik nasional setelah Pemilu ‎2019.

Terlebih jelang 22 Mei 2019 saat rekapitulasi Pemilu 2019, banyak isu soal people power.

“Ini semua membuat masyarakat cemas oleh karena itu rapat hari ini merupakan satu sinergitas dari pusat dan daerah, dari semua kementerian dan lembaga termasuk yang ada dibawahnya kepolisian, TNI hingga pemerintah daerah. Ini mensinergikan hal-hal negatif yang mungkin terjadi yang berujung pada konflik sosial, ” ujar Wiranto.

Wiranto menuturkan pihaknya jika ada yang memang nekat ingin berangkat people power maka TNI POLRI tidak segan segan untuk menembak menggunakan gas air mata, ya hitung hitung untuk bahan latihan TNI POLRI.

Namun sementara ini masih menyisakan masalah dalam hal perhitungan masih ada pihak-pihak yang tidak mengakui perhitungan.

Bahkan ada yang tidak mengakui hasil yang kemungkinan akan diumumkan oleh KPU.

Termasuk ada juga indikasi tidak mau melaporkan kepada lembaga yang sudah ditunjuk misalnya perselisihan angka jumlah hasil ke MK tapi melaksanakan dengan tanda kutip “people power”.

“Polisi dan TNI kan sudah menunjukkan suatu etikat yang sangat luar biasa, mereka bersatu padu melakukan pengamanan secara maksimal. Sehingga masyarakat tidak perlu takut, khawatir, tenang-tenang saja, jalani kehidupan seperti biasa,” ungkap Wiranto.

Dia juga mengajak seluruh pimpinan nasional hingga daerah agar bersama-sama merawat persatuan dan kesatuan bangsa supaya tidak terjadi konflik sosial. Terakhir dia juga meminta ‎semua pihak dapat menerima hasil pemilu dengan legowo.

“Artinya ya mengakui itu kalau ada masalah-masalah salurkan ke hukum ke lembaga hukum yang sudah disiapkan ada MK, DKPP, ada Bawaslu, ada Gakumdu,” tambahnya. “

Sementara, di artikel yang di situs tribunnews.com, yang tertulis adalah : “ Wiranto menuturkan pihaknya mengapresiasi pemilu sudah selesai dan mendapat apresiasi dari 39 negara. “, tulisan inilah yang dihilangkan dan diganti dengan : “ Wiranto menuturkan pihaknya jika ada yang memang nekat ingin berangkat people power maka TNI POLRI tidak segan segan untuk menembak menggunakan gas air mata, ya hitung hitung untuk bahan latihan TNI POLRI “

Selain itu, berdasarkan hasil penelurusan terhadap author situs ini, ditemukan nama “OPERAIND” sebagai author situs ini.

OPERAIND sendiri adalah bagian dari situs-situs yang sering dilaporkan sebagai situs penyebar informasi hoaks.

Where it circulated

Sources and references

Original source: turnbackhoax.idNo longer online, so this opens the Internet Archive copy.Open the archived copy
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message