[SALAH] "test Ge Nose C19, Mudah n murah. Rp 15 rb, 10 detik, akurasi 99,9%. Gak hrs swab, gak hrs diambil darah"
Archived here with a link to the original.
What the fact-checkers found
BUKAN 10 detik. Ketua Tim Pengembang GeNose dari UGM Kuwat Triyana, mengatakan setiap tes membutuhkan waktu TIGA MENIT, termasuk pengambilan napas. Kuwat juga menyatakan, apabila dari GeNose hasilnya positif tetap harus melakukan PCR. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
Kategori : Konten yang Menyesatkan
Akun Budi R (fb.com/budi.r.357622) pada 30 Januari 2021 membagikan informasi sebagai berikut: “Mulai tgl 5 Feb’21 di station dan bandara dan tempat2 umum dikenakan biaya Rp 5 rb sd 10 rb per org per 1x test..Ge Nose C19 Ternyata Indonesia ngga kalah… Merdeka!!!! Luar biasaa!!!! Tes covid jadi simpel. Mudah n murah. Rp 15 rb, 10 detik, akurasi 99,9%. Gak hrs swab, gak hrs diambil darah. Terimakasih UGM, nuwun sanget dosen UGM, Dr Kuwat Triyana (lahir 1977) penemu GeNos pengendus Covid-19. Indonesia Bisa" Sumber : https://archive.vn/EzEjH (Arsip)
PENJELASAN Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa alat pendeteksi Covid-19 buatan UGM, GeNose dapat mendeteksi Covid-19 dalam 10 detik adalah klaim yang menyesatkan. Faktanya, bukan 10 detik. Ketua Tim Pengembang GeNose dari UGM Kuwat Triyana, mengatakan setiap tes membutuhkan waktu tiga menit, termasuk pengambilan napas. Kuwat juga menyatakan, apabila dari GeNose hasilnya positif tetap harus melakukan PCR.
Pemakaian alat pendeteksi COVID-19 GeNose di stasiun-stasiun kereta api memang akan diterapkan pada 5 Februari 2021. Hanya saja, alat penapisan dan diagnostik itu, seperti terdapat dalam halaman infografik, dapat mendeteksi Covid-19 dalam waktu 80 detik.
Dilansir dari Kompas, Kuwat menjabarkan setiap prosesnya sebagai berikut: “Kalau sampel napas sudah dicolokkan ke mesin GeNose, kita butuh 2 detik untuk proses baseline, lanjut 40 detik proses sensing dan 3 detik decision, sehingga totalnya 45 detik. Kalau ditambah dengan ambil napas ya kira-kira butuh 3 menit termasuk flushing untuk membersihkan ruang sensor," ujarnya.
Durasi tiga menit termasuk pengambilan napas itu disampaikan Kuwat setelah GeNose mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI. Kuwat menambahkan, biaya tes Covid-19 dengan GeNose tersebut antara Rp 15.000 hingga Rp 25.000. Namun demikian, lanjut Kuwat, apabila ada yang mematok lebih dari Rp 25.000, hal itu mungkin karena ada layanan ekstra yang diberikan. “Kalau ada yang lebih dari Rp 25.000, mungkin ada tambahan layanan," terang Kuwat.
Sementara itu, disebutkan dalam narasi bahwa akurasi GeNose mencapai 99,9 persen. Kuwat menyebutnya itu bagian dari cita-cita yang diharapkan. Akan tetapi, saat ini akurasi GeNose tak setinggi seperti yang dinarasikan. “Akurasi 99,9 itu cita-citanya, tapi saat ini sekitar 95 persen," kata Kuwat. Dia menambahkan, saat ini GeNose telah mulai digunakan di delapan rumah sakit, klinik kesehatan, beberapa perusahaan, dan banyak perkantoran milik pemerintah. REFERENSI
https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/31/205500365/klarifikasi-genose-dapa…
https://kabar24.bisnis.com/read/20210130/621/1350130/genose-disebut-bisa-dete…
https://ugm.ac.id/id/berita/20120-genose-ugm-bisa-deteksi-covid-19-hanya-dala…
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[SALAH] Racikan Air Kelapa Muda, Jeruk Nipis, Garam, dan Madu dapat Membunuh Virus Covid-19
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia) Faktanya, informasi tersebut adalah hoaks lama yang kembali beredar dan telah dikonfirmasi oleh para ahli.
[SALAH] Konsumsi Campuran Air Kelapa, Jeruk Nipis, Garam dan Madu Dapat Menyembuhkan Covid-19
Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya, campuran air kelapa, jeruk nipis, garam dan madu hanya berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
[SALAH] Air Keran Dapat Positif Covid-19 Setelah Ditest Menggunakan Device Rapid Test Antigen
Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul S (Universitas Pendidikan Indonesia) Klaim tersebut salah. Faktanya alat uji Antigen Covid-19 bukan digunakan untuk air atau cairan lainnya yang bukan dari saluran pernapasan.