✕HoaxIndonesian

[SALAH] Test Swab COVID-19 dapat Menyebabkan Lapisan Otak Pecah dan Pendarahan Hingga Kematian dan Pernah Terjadi di Kanada

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Klaim tersebut tidak benar, kejadian tersebut merupakan kejadian langka yang terjadi di Amerika Serikat dan tidak ada gejala seperti pendarahan yang dapat menyebabkan…

The claim

“Uji swab itu kayak gini bosku Ternyata itu alat uji buat hewan yang idungnya panjang 🙋👍Tebar manfaat baik ya,agar kebaikan balik padamu dan bertemu dengan orang orang baik…"

Rated Hoax by Satgas COVID-19 Hoax Buster.

What the fact-checkers found

Beredar postingan dari akun Facebook Sulis Kahfi dengan beberapa tangkapan layar yang berisikan klaim bahwa test swab COVID-19 dapat membuat lapisan otak pecah dan terjadi pendarahan hingga kematian dan pernah terjadi di Kanada. Postingan ini disukai sebanyak 12 kali dan disebarkan kembali sebanyak 1 kali.

Berdasarkan penelusuran terhadap kejadian tersebut mengarah ke sebuah artikel yang berjudul “Alami Kondisi Langka, Tes Swab Covid-19 Membuat Cairan Otak Wanita Ini Bocor" dari kompas.com yang dipublikasi pada 2 Oktober 2020. Seorang wanita di Amerika Serikat yang mengalami kebocoran cairan otak dan mengeluh adanya cairan bening yang keluar dari hidungnya setelah melakukan swab test sehingga menimbulkan resiko infeksi yang mengancam jiwa.

Wanita itu ternyata pernah dirawat bertahun-tahun karena hipertensi intrakranial yaitu tekanan yang terlalu tinggi dari cairan serebrospinal yang melindungi otak, diketahui riwayat medisnya memiliki kondisi encephalocele yang menyebabkan cacat pada dasar tengkorak yang membuat lapisan otak yang menonjol ke hidung sehingga rentan pecah.

Walsh sebagai University of Iowa Hospital menjelaskan bahwa kejadian ini sangat langka dan perlunya pelatihan pengujian berkualitas tinggi mengingat pentingnya swab test COVID-19 yang akan dilakukan hingga pandemi berakhir. Dapat disimpulkan kejadian ini terjadi di Amerika Serikat bukan Kanada dan tidak adanya pendarahan yang dapat menyebabkan kematian disebabkan oleh swab test.

Melihat dari penjelasan tersebut, klaim swab test COVID-19 dapat menyebabkan lapisan otak pecah dan pendarahan hingga kematian serta pernah terjadi di Kanada adalah tidak benar dan termasuk dalam Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

Where it circulated

Sources and references

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message