✕HoaxIndonesian

[SALAH] "Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja"

Fact-check by CekFakta.comPublished 3 min read

Archived here with a link to the original.

What the fact-checkers found

Bukan ganja. Dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir yang tidak mengandung ganja. Situs jurnas[dot]com sendiri sudah mengubah judul artikelnya dan meminta maaf. Beredar artikel dengan judul : “Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja".

Artikel ini dimuat di situs jurnas[dot]com pada Senin, 03 Februari 2020.PENJELASAN Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Tempo, artikel yang diunggah akun Nayla Putri Pertama memang pernah dimuat oleh situs Jurnas[dot]com, yakni pada 3 Februari 2020, dengan judul yang sama. Namun, saat ini, judul artikel tersebut telah diubah.

Di bawah artikel tersebut, Jurnas[dot]com menulis: “Catatan Redaksi, sebelumnya judul berita ini ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Virus Corona dengan Ganja’, diubah menjadi ‘Thailand Berhasil Sembuhkan Pasien Corona dengan Anti Virus’ karena tindakan human error salah satu wartawan kami. Kami sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya." Dalam artikel itu, memang tidak disebutkan perihal penggunaan ganja dalam pengobatan pasien virus Corona Wuhan.

Obat yang digunakan para dokter di Thailand, menurut berita di Jurnas.com, adalah obat antiflu dan obat anti-HIV. Berita mengenai penggunaan obat antiflu dan obat anti-HIV oleh para dokter di Thailand juga dimuat oleh beberapa situs media asing. Situs South China Morning Post memuat berita itu dengan judul “Coronavirus: Thailand has apparent treatment success with antiviral drug cocktail".

Situs Telegraph.co.uk memuat berita itu dengan judul “Coronavirus: Thai doctors ‘successfully treat’ virus but stocks plunge in China". Adapun situs media Indonesia, Merdeka.com, memuat berita tersebut dengan judul “Dokter Thailand: Pasien Corona Sembuh dengan Kombinasi Obat Flu dan HIV".

Berdasarkan berita-berita tersebut, para dokter di Thailand berupaya mengobati salah satu pasien yang positif terinfeksi virus Corona Wuhan dengan kombinasi obat antiflu, oseltamivir, serta obat anti-HIV, lopinavir dan ritonavir. Menurut dokter, 48 jam setelah diberi obat-obat itu, pasien tersebut dinyatakan negatif dari virus Corona.

Untuk mengetahui apakah obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan untuk mengobati pasien virus Corona Wuhan itu mengandung ganja, Tim CekFakta Tempo mewawancarai Guru Besar Universitas Airlangga, Chairul Anwar Nidom. Menurut dia, tidak ada kandungan ganja pada obat antiflu dan obat anti-HIV yang digunakan pada pasien virus Corona Wuhan di Thailand itu.

Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation ini mengatakan obat tersebut merupakan obat antiflu yang umum digunakan. “Sifatnya coba-coba, siapa tahu bisa, bukan drug of choice untuk nCoV (Corona Wuhan). Sama saja dengan saya menawarkan empon-empon (curcumin) untuk melindungi paru-paru menghadapi banjir sitokin," ujarnya.

Ganja belum terbukti bisa membunuh virus Corona Wuhan Klaim bahwa ganja (mariyuana atau kanabis) bisa membunuh virus Corona Wuhan memang beredar dalam beberapa hari terakhir, terutama di India. Sejumlah organisasi cek fakta India pun memverifikasi klaim tersebut. Menurut Alt News, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ganja bisa mematikan virus Corona Wuhan.

Suranjit Chatterjee, Konsultan Senior Obat Penyakit Dalam di Indraprastha Apollo Hospitals India, juga menyatakan hal serupa. “Sama sekali tidak ada bukti ilmiah untuk mempercayai klaim semacam itu. Kami masih mencari tahu virusnya. Sampai penelitian yang solid dilakukan, tidak alasan untuk mengikuti klaim tersebut," ujarnya kepada situs The Quint.

Boom Live, yang mengutip penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan bahwa hingga kini belum ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati pasien virus Corona Wuhan. Namun, “Mereka yang terinfeksi virus Corona Wuhan harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan gejala, dan mereka yang sakit parah harus menerima perawatan suportif yang optimal."

WHO juga mengatakan, “Beberapa pengobatan yang spesifik sedang diselidiki dan akan diuji klinis. WHO membantu mengkoordinasikan upaya untuk mengembangkan obat-obatan untuk infeksi virus Corona Wuhan dengan berbagai mitra."

Original source: cekfakta.comOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Tenaga Medis China Didatangkan untuk Membantu Menangani Covid-19 di Indonesia

Bukan tenaga medis dari China. orang-orang yang memakai APD lengkap itu adalah warga Tiongkok yang ingin berangkat ke China mengunakan maskapai Kamboja yang dicarter, lantaran penerbangan dari dan ke tanah daratan China masih ditutup.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 27, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Kopi Bisa Cegah dan Sembuhkan Covid-19

Hasil Periksa Fakta Rizky Maulana (Universitas Bina Sarana Informatika). Faktanya, dr. RA Adaninggar, SP.PD. menjelaskan kopi atau kafein belum terbukti efektif dan aman untuk mengobati Covid-19.

Satgas COVID-19 Hoax BusterDec 7, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] FDA Amerika Sebut Invermectin Dapat Digunakan Untuk Sembuhkan Covid-19

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara) Faktanya hal tersebut keliru. Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) belum mengonfirmasi secara jelas tentang Invermectin sebagai obat pembunuh…

Satgas COVID-19 Hoax BusterJul 12, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Ganja Mampu Menangkal COVID-19"

Hasil Periksa Fakta Auliyaa Muhammad Hesa (Anggota Komisariat MAFINDO UI & UKM FC UI) Sebuah artikel berita yang menyatakan Prof. Dr. Musri Masman mengatakan senyawa dalam ganja yaitu CBD mampu menangkal virus Corona atau COVID-19 tidak benar.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 20, 2020