✕HoaxIndonesian

[SALAH] Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip Magnetik

Fact-check by Satgas COVID-19 Hoax BusterPublished 2 min read

Archived here with a link to the original.

Hasil Periksa Fakta Fathia Islamiyatul Syahida (Universitas Pendidikan Indonesia) Tidak ada microchip magnetik dalam vaksin Covid-19. Para ahli mengatakan reaksi magnetis sebagai efek samping vaksin sama sekali tidak berdasar.

What the fact-checkers found

Beredar sebuah postingan di media sosial yang mengklaim bahwa Vaksin Covid-19 memiliki microchip magnetik. Dalam postingan tersebut, seorang wanita memperlihatkan lengannya memiliki reaksi magnet setelah menerima vaksin Covid-19, hal tersebut ditunjukkan dengan meletakan magnet di tempat Ia menerima vaksin dan terlihat magnet tersebut langsung menempel. Sementara, ketika Ia melakukan hal yang sama pada lengannya yang lain, magnet tersebut akan jatuh.

Di akhir video, wanita tersebut memperingatkan agar tidak melakukan vaksinasi. Berdasarkan hasil penelusuran, kompilasi video dengan klaim serupa banyak beredar di berbagai platform media sosial. Pemeriksa fakta independen di lingkup internasional seperti Lead Stories, USA Today, AFP United States, dan Factcheck.org telah membantah klaim tersebut berdasarkan hasil penelusuran dan klarifikasi dari institusi resmi di bidang kesehatan.

Melansir dari AFP, para ahli medis mengatakan bahwa video tersebut tidak lebih dari teori konspirasi yang termasuk ke dalam kategori disinformasi tentang virus Covid-19. “Tidak, medapatkan vaksin Covid-19 tidak dapat menyebabkan lengan Anda menjadi magnet. Ini tipuan, jelas dan sederhana," jelas Dr. Stephen Schrantz, Spesialis Penyakit Menular di University of Chicago Medicine. Hal ini didorong kuat oleh pernyataan Dr.

Thomas Hope, peneliti vaksin dan profesor biologi sel dan perkembangan di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern, Ia menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 pada dasarnya terdiri dari protein dan lipid, garam, air, dan bahan kimia yang menjaga PH. Sehingga tidak ada bahan apapun yang dapat berinteraksi dengan magnet. Menurut lembar fakta yang disediakan oleh otoritas kesehatan di AS dan Kanada dijelaskan bahwa tidak ada jenis vaksin Covid-19 yang memiliki bahan berbasis logam.

Selain itu, berdasarkan penelurusan USA Today, klaim vaksin Covid-19 mengandung microchip magnetik berasal dari teori konspirasi yang mengklaim salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, berada di balik skema global untuk secara diam-diam menanamkan microchip dan melacak miliaran orang. Menanggapi hal tersebut Gates telah berulang kali membantah dan tidak ditemukan bukti untuk mendukungnya.

Meskipun apotek, rumah sakit, lembaga kesehatan, dan penyedia swasta menggunakan catatan kesehatan elektronik dan databese berbasis digital lainnya untuk melacak siapa saja yang sudah diimunisasi, tetapi tidak ada teknologi serupa microchip magnetik yang melekat pada vaksin mana pun. Para ahli mengatakan reaksi magnetis sebagai efek samping vaksin sama sekali tidak berdasar.

Dengan demikian, klaim bahwa vaksin Covid-19 memiliki microchip magnetik adalah hoaks dengan kategori konten yang menyesatkan.

Where it circulated

Instagram https://bit.ly/3ox1l2p https://turnbackhoax.id/wp-content/uploads/2021/05/Vaksin-Covid-19-Mengandung… (Arsip Sumber) Narasi: “Pfizer jab and a magnet experiment! No words left to describe this." [Terjemahan] Pfizer jab dan eksperimen magnet! Tidak ada kata tersisa untuk menggambarkan ini.

Original source: covid19.go.idOpen the original
Pass it on

Got a similar message?

Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.

Check a similar message
Browse the archive →
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Setelah Divaksin, Tubuh Punya Daya Magnetis dan Dapat Dikoneksikan ke Bluetooth

Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga). Informasi Palsu. Tubuh yang sudah divaksin tidak mungkin dapat terkoneksi ke bluetooth dan sebagaimana yang sudah dibantah oleh para ahli kesehatan, bahwa vaksin COVID-19 tidak mengandung microchip,…

Satgas COVID-19 Hoax BusterMay 27, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "Ketika di vaksin, microchip yg sangat kecil dipasang tanpa terasa, New Dajjal siap membunuh 7.5 milyard manusia"

Vaksin diberikan dengan cara disuntikkan ke dalam tubuh, dan ukuran microchip tidak cukup kecil untuk melalui jarum suntik. Vaksin pun merupakan salah satu cara untuk memberikan kekebalan pada tubuh terhadap penyakit tertentu yang berbahaya atau mematikan,…

Satgas COVID-19 Hoax BusterSep 19, 2020
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] Vaksin Sinovac berisikan Virus Hidup yang dilemahkan serta mengandung Sel Vero dan Bahan-Bahan Berbahaya

Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia). Informasi yang salah. Kombinasi atau gabungan hoax ini sudah pernah dibahas sebelumnya oleh turnbackhoax.id.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 11, 2021
✕Hoax
Indonesian

[SALAH] "setelah vaksin Covid-19 selama 5 bulan tak boleh minum yg mengandung alkohol"

BELUM ada bukti secara ilmiah mengonsumsi minuman beralkohol berdampak terhadap vaksinasi COVID-19, tetapi konsumsi minuman beralkohol dengan jumlah berlebihan memang pada dasarnya TIDAK baik untuk kesehatan.

Satgas COVID-19 Hoax BusterMar 28, 2021