[SALAH] Video "Hukuman mati bagi koruptor uang negara di Korea Utara"
The original site is no longer online; links go to the Internet Archive copy.
What the fact-checkers found
Hoaks Lama Beredar Kembali. Video yang dibagikan adalah suntingan video acara pertemuan Kim Jong-un dengan Moon Jae-in di zona DMZ perbatasan Korea untuk merundingkan perdamaian yang berasal dari situs hiburan Funmoments[dot]nl.
Di video yang ia unggah, terdapat narasi “Hukuman mati bagi koruptor uang negara di Korea Utara. di bawah ada kandang buaya” dan “Presiden Korea Utara menggandeng pejabatnya yang terlibat korupsi”
Dalam video itu, Kim Jong Un dan pria tersebut terlihat melangkah bersama untuk melewati sebuah pembatas. Sesaat setelah melompati pembatas itu, tanah di bawah pria tersebut terbuka, dan pria itu masuk ke dalam lubang yang tak lama kemudian tertutup.
Berdasarkan hasil penelusuran, bahwa ada video eksekusi mati koruptor uang negara di Korea Utara oleh Presiden Korea Utara Kim Jong Un dengan cara memasukkan koruptor ke lubang kandang buaya adalah klaim yang salah.
Klaim dan video tersebut adalah Hoaks Lama Beredar Kembali. Pada September 2019, klaim ini sudah pernah dibuatkan artikel periksa fakta di turnbackhoax.id pada artikel berjudul “[SALAH] Narasi “Presiden Korea Utara menghukum pejabatnya yang korupsi”
Video yang dibagikan adalah suntingan video acara pertemuan Kim Jong-un dengan Moon Jae-in di zona DMZ perbatasan Korea untuk merundingkan perdamaian yang berasal dari situs hiburan Funmoments[dot]nl, yang diunggah di kanal Youtube Funmoments.nl – Video’s pada 30 April 2018 dengan judul “Kim’s welcome surprise”
Video yang identik pernah diunggah oleh CNN pada 27 April 2018 dengan judul “The moment Kim Jong Un crossed to the South”. Video itu merupakan video ketika Kim Jong Un bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae In bertemu untuk mendiskusikan perjanjian perdamaian Korea dan denuklirisasi.
Tempo pun pernah mengunggah video peristiwa bersejarah tersebut di kanal YouTube Tempodotco dengan judul “Kim Jong Un Genggam Tangan Moon Jae In Lewati Perbatasan Korea” dan keterangan “Kim juga mengundang Moon untuk melangkah sebentar melintasi garis demarkasi ke Korea Utara, sebelum mereka kembali ke Korea Selatan”.
Berdasarkan arsip berita Tempo pada 27 April 2018, Kim Jong Un menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang masuk ke wilayah Korea Selatan sejak berakhirnya perang Korea pada 1953 guna menghadiri pertemuan bersejarah antar kedua negara.
Moon Jae In secara pribadi menyambut Kim Jong Un dengan jabatan tangan di desa perbatasan Panmunjom di wilayah demiliterasi (DMZ) antar kedua negara. Keduanya berfoto bersama sebelum kemudian melintas batas demarkasi sambil bergandengan tangan, guna memulai pertemuan antar kedua negara yang dilakukan pertama kali dalam lebih dari 10 tahun terakhir.
Where it circulated
https://archive.md/YFB4T (Arsip)
Sources and references
- 1
- turnbackhoax.id/2019/09/19/salah-narasi-presiden-korea-utara-menghuku…Archived copy; the original is offline
- 2
- 3
- 4
- 5
Got a similar message?
Paste it into the detector and see whether it matches a known hoax.
Check a similar messageRelated fact-checks
Browse the archive →[DISINFORMASI] Akhirnya Indonesia Menerapkan Hukuman Mati Bagi Koruptor
[SALAH] Karena Pandemi COVID-19, yang Seharusnya Dibebaskan Narapidana Pencuri Ayam, Bukan Malah Terpidana Koruptor
Hasil Periksa Fakta Dimas Aryalasa Nugroho (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pancasila) Faktanya klaim pada unggahan tersebut salah, sebab hanya Narapidana Umum yang dibebaskan dan tidak ada Narapidana Koruptor yang dibebaskan karena Pandemi COVID-19.
[BENAR] Penjelasan MUI terkait Pernyataan Tengku Zulkarnain yang Sebut MUI akan Ajukan Hukuman Potong Tangan Bagi Koruptor
Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia Masduki Baidlowi mengatakan MUI tidak pernah mengusulkan hukuman potong tangan untuk masuk dalam rangkaian hukum positif.
[HOAX] “Presiden Korea Utara Mengatakan: Hanya Agama Islam yang Boleh Masuk di Korea Utara”
(1) Post tersebut tidak menyertakan sumber informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa kebenaran informasinya, tipikal hoax dengan teknik “AtA” (Appeal to Authority).